Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Menelusuri Jejak Zaman Purba di Nganjuk (1)

adi nugroho • Selasa, 13 April 2021 | 19:51 WIB
menelusuri-jejak-zaman-purba-di-nganjuk-1
menelusuri-jejak-zaman-purba-di-nganjuk-1


Hanya sedikit orang yang percaya jika fosil hewan laut banyak ditemukan di Desa Bendoasri, Rejoso. Alasannya, daerah tersebut tergolong dataran tinggi. Sekitar 200-300 meter di atas permukaan laut (mdpl).


Fakta keberadaan hewan laut di dataran tinggi itu yang menjelaskannya. Apalagi, sejumlah bukti pendukung sudah ditemukan dan terkumpul. Kasi Sejarah, Seni Tradisi, Museum, dan Kepurbakalaan Disparporabud Nganjuk Amin Fuadi mengatakan, sebagian besar permukaan pulau Jawa terdiri dari endapan vulkanik dan sedimen kuarter. Terutama berhubungan dengan aktivitas vulkanik dan tektonik.


Konfigurasi pulau Jawa yang sedemikian rupa merupakan hasil dari proses panjang. Meliputi proses pengangkatan permukaan dasar laut sebagai pergerakan lempeng tektonik. Kemudian, letusan gunung berapi, dan pelipatan jajaran pegunungan.


Kejadian lain yang bisa terjadi adalah fluktuasi permukaan air laut akibat proses interglasial pada zaman es. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung selama lebih dari 2 juta tahun lalu. “Di akhir masa pleosin,” lanjut Amin.


Pulau Jawa, tutur Amin, terbentuk pertama kali dari ujung barat. Daerah yang kita kenal sebagai Jawa Barat itu terangkat lebih dulu dari permukaan laut. Sedangkan Jawa Tengah dan Jawa Timur masih berupa lautan dangkal.


Pengangkatan pulau Jawa bagian tengah dan timur terjadi karena adanya proses penurunan permukaan laut dan aktivitas gunung berapi. “Termasuk pelipatan pegunungan Kendeng utara. Kejadian tersebut diperkirakan pada 1,6 juta tahun lalu,” tuturnya.


Amin menjelaskan, tebing atau patahan dataran yang berada di Kali Gendo, Desa Tritik, Rejoso memiliki keistimewaan tersendiri. Dinding patahan memiliki beberapa lapisan atau struktur tanah. Terlihat pula batuan aluvial dan bekas kaldera yang menunjukkan bekas kawah purba.


Dinding patahan  memiliki keindahan yang dapat memanjakan mata. Struktur batuannya memiliki tekstur yang menarik. Instagramable. Bahkan lebih bagus dari spot foto artifisial. Pasalnya situs tersebut terbentuk secara alamiah. Dari proses yang memakan waktu teramat panjang.


Selain itu, banyak ditemukan fosil hewan laut di sekitar Gunung Pandan yang masih berada pada bentang Kendeng bagian timur. Seperti halna yang ditemukan di Desa Tritik dan Bendoasri, Rejoso. Di sana, hewan-hewan purba biasa ditemukan di kedalaman lautan lebih dari 70 meter. “Padahal Bendoasi sendiri memiliki ketinggian 200-300 meter di atas permukaan laut (mdpl),” imbuh Amin.


Fosil hewan laut banyak ditemukan di aliran Kali Gendo yang berada di Desa Bendoasri. Termasuk fosil kerang yang telah membatu bersama batuan yang ada di sungai. Dibutuhkan mata yang cukup jeli untuk dapat mengenali dan membedakan karena telah menyaru dengan batuan lainnya.


Amin menyebut hampir seluruh jenis kerang laut purba ditemukan di sana. Seperti halnya kerang kima, chepalopoda, gigi hiu, nautilus purba, dan kerang purba. “Hewan-hewan itu semua kan tinggal di kedalaman lautan,” tandasnya.

Editor : adi nugroho
#kabar nganjuk #sejarah #radar nganjuk