Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Awal Buat Hanya Bermodal Rp 30 Ribu

adi nugroho • Jumat, 27 November 2020 | 23:45 WIB
awal-buat-hanya-bermodal-rp-30-ribu
awal-buat-hanya-bermodal-rp-30-ribu

Bermula dari tugas kuliah, pemuda ini pun tertarik dengan buah semangka. Bukan dagingnya, tetapi kulit yang biasa dibuang. Limbah itu pun menjadi makanan yang bergizi dan tentu saja tetap lezat.


 


 


HABIBAH A. MUKTIARA, Kabupaten JP Radar Kediri –


 


Siapa yang tidak tahu buah semangka. Buah yang banyak mengandung air ini banyak disukai orang. Selama ini sebagian besar orang hanya menggunakan dagingnya saja.


Akan tetapi di tangan Romadhon Ilham Imam, limbah kulit semangka menjadi bahan keripik. “Ide ini ada sudah setahun yang lalu, ketika ada mata kuliah kewirausahaan,” terang laki-laki yang kerap dipanggil Ilham ini.


          Ketika ditemui kemarin (26/11) pemuda 22 tahun ini masih duduk di bangku semester delapan jurusan Fisika di Universitas Udayana, Bali. Dari salah satu mata kuliah yang diikuti, terdapat mata kuliah kewirausahaan. Saat itu, sebagian besar temannya membuat usaha kue. Namun ia ingin membuat sesuatu yang berbeda dari teman-temannya.


          “Saya waktu itu mikir bagaimana kalau membuat sesuatu yang awalnya tidak bermanfaat, namun ternyata memiliki harga jual yang tinggi,” imbuhnya. Dengan cuaca yang panas, orang di Bali banyak yang mengonsumsi buah-buahan. Salah satu buah tersebut adalah semangka. Selain dimakan secara langsung, buah yang memiliki daging berwarna merah ini juga banyak digunakan untuk jus.


          Awal membuat keripik semangka pada saat itu tidak membutuhkan waktu panjang. Awal membuat usaha keripik kulit semangka, ia hanya bermodal Rp 30 ribu. Selain digunakan untuk membeli bahan, juga digunakan untuk membeli kemasan. Semangka yang didapatkan dari penjual buah lantas ia iris tipis-tipis dan kemudian dicampur dengan tepung.


          Saat berada di Bali, ia tidak begitu fokus membuat keripik kulit semangka. Laki-laki asal Desa Gayam, Kecamatan Gurah ini hanya membuat ketika ada pesanan dari teman-temannya. Saat itu, dalam sehari ia terkadang membuat sekitar 20 hingga 30 bungkus. Dia khawatir keripik buatannya tidak awet.


          Itulah kekurangan keripik buatannya saat itu. Yang membuat tidak bisa tahan lama, karena minyak pada keripik tidak sepenuhnya tiris. Sehingga keripik tersebut lama kelamaan akan melempem.


         Usaha yang awalnya coba-coba itu, akhirnya diseriusi saat bencana pandemi Covid-19 datang. Ilham mengaku tak punya pendapatan. Saat pulang Maret lalu, Ilham mencoba untuk memperbaiki rasa keripik kulit semangka buatannya. “Karena tidak punya alat pengering, saya menggunakan mesin kipas angin sebagai mesin pengering,” kata anak tunggal dari pasangan Agus Siswanto dan Endang Sriwidayati.


          Setelah mendapatkan proses penirisan yang benar, keripik kulit semangka dapat bertahan lebih dua bulan. Dalam membuat keripik kulit semangka ia mengambil dari pengepul buah semangka. Semangka yang ia gunakan adalah yang tidak laku di pasaran. Dalam sekali melakukan produksi, ia membutuhkan 20 kilogram kulit semangka.


          Hingga akhirnya ia mendaftarkan keripik kulit semangka yang diberi nama Suika Chip ini pada UKM Award yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi Jawa Timur. Pada saat itu jumlah pesertanya terdapat 4000 orang. Dari 4000 tersebut, ia masuk ke 800 besar. Sudah masuk 800 besar, laki-laki kelahiran 1998 sudah merasa senang. Akhirnya produk buatannya masuk ke 25 besar. Yang membuat bangga, dia satu-satunya peserta berasal dari Kediri.


          Hanya saja langkahnya berhenti di situ, karena pemenang pertama UKM Award ini berasal dari Sumatera Selatan. Pemenang memang sudah pernah melakukan pengiriman hingga luar negeri. Meski tidak berhasil menang, banyak sekali masukan yang ia dapatkan.


          “Pada saat itu diberi masukan terkait ketahanan produk,” ungkap Ilham. Untuk ke depannya ia ingin bekerja sama dengan petani dan penjual jus buah.Karena ia hanya membutuhkan kulitnya, daging buah semangka nantinya akan dijual kepada penjual jus. (dea)    


 

Editor : adi nugroho
#radarkediri