Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sel Tahanan Polres Kediri Overload di Masa Pandemi

adi nugroho • Jumat, 24 Juli 2020 | 21:00 WIB
sel-tahanan-polres-kediri-overload-di-masa-pandemi
sel-tahanan-polres-kediri-overload-di-masa-pandemi

Tujuh tahanan duduk menekuk kaki mereka serta punggung disandarkan dinding. Sementara yang lain tidur dengan tubuh rebah di lantai keramik selebar sekitar 1 meter. Hampir tak ada jarak di antara mereka. Hunian sel tahanan itu overload.


 


 


RENDI MAHENDRA, Kabupaten, JP Radar Kediri


 


Seorang anggota polisi tampak bekerja di meja kerjanya. Dia sibuk dalam ruangan penjagaan rumah tahanan (rutan) Mapolres Kediri itu. Di samping anggota polisi yang sedang berjaga tersebut terpasang layar monitor berukuran sekitar 29 inci.


Di layarnya merekam penghuni dalam rutan. Sesekali anggota polisi itu mengawasi para tahanan yang berada dalam sel. Dari monitor memang tampak berbagai macam aktivitas para penghuninya. Di beberapa sel tahanan, mereka tampak berjejal berbagi ruang.


Di salah satu bingkai di layar monitor dari closed circuit television (CCTV)   menjunjukkan sebuah koridor sempit rutan. Memanjang dengan lebar lantai sekitar satu meter. Sementara sekitar sepuluh tahanan sedang berjejal berbagi tempat di lantai koridor itu.


Tiga di antara sepuluh tahanan sedang tidur dengan tubuh rebah di lantai koridor berkeramik warna putih. Membujur mengikuti pola lantai yang sempit itu. Sementara sekitar tujuh tahanan sedang duduk menekuk kaki mereka serta punggung yang disandarkan pada tembok. Hampir tak ada jarak di antara mereka.


Sementara di sel tahanan yang lain tampak seorang tahanan sedang melakukan sembahyang dikelilingi teman satu selnya. Dalam sel itu terdapat tahanan yang  berjumlah sekitar empat orang. Dari tangkapan layar CCTV tampak beberapa sel rutan Mapolres Kediri tersebut penuh.


Seperti yang dikatakan Kasat Tahati Polres Kediri Ipda Mursid. Memang rutan di Mapolres Kediri kelebihan kapasitas. Berlebihnya kapasitas karena tahanan belum bisa dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kediri.


Para tahanan ini harus menjalani sidang terlebih dahulu hingga putusan atau perkaranya inkracht. Jika sudah berkeputusan hukum tetap mereka baru bisa dipindahkan. Hal itu untuk mencegah penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di lapas.


Hingga Senin (20/7) lalu, penghuni rutan di Mapolres Kediri berjumlah sebanyak 132 tahanan. Padahal kapasitas standar rutan tersebut sekitar 86 orang. Artinya rutan tersebut kelebihan kapasitas sebanyak 46 tahanan.


“Sebetulnya tidak hanya di Kediri ya.  Karena titipan dari kejaksaan. Tahanan yang belum putusan (inkracht), masih dititipkan ke rutan masing-masing,” kata Mursid kepada Jawa Pos Radar Kediri.


Jumlah tahanan di rutan Mapolres Kediri yang belum dilimpahkan ke kejaksaan berjumlah 53 orang. Masih di bawah kapasitas ideal rutan yang idealnya berjumlah 86 tahanan. Sementara jumlah tahanan titipan dari kejaksaan sebanyak 79 orang.


Tak hanya itu, rutan Mapolres Kediri juga tidak menerima besuk dari keluarga atau teman. Namun bukan berarti para tahanan tak bisa sama sekali berkomunikasi dengan keluarga atau teman. Jam besuk itu diganti dengan besuk virtual melalui gawai pada hari Selasa dan Kamis.


Namun banyak di antara tahanan justru tidak memanfaatkani jam besuknya. Mereka beralasan tidak puas. Karena tidak bisa bertemu langsung dengan keluarga atau teman. “Halah cuma lewat HP, nggak ketemu langsung,” tutur Mursid menirukan ucapan tahanan itu.


Lagi-lagi aturan itu untuk mencegah penyebaran Covid-19. Terutama di rutan Mapolres Kediri. Bahkan untuk keluarga yang mengirim makanan pun tidak diperbolehkan.


“Kita sudah jatah dari sini. Sementara makanan dari luar tidak diperbolehkan. Ini untuk mencegah penyebaran Covid-19.” tambah Mursid.


Untuk pencegahan penularan virus, Musrsid mengatakan, pihaknya juga bekerjsa sama dengan kejaksaan. Biasanya tim kesehatan akan melakukan rapid test terhadap tahanan dua minggu sekali.


 Sementara untuk menjaga kesehatan tubuh para tahanan, pihak rutan tetap melaksanakan aktivitas olahraga. Namun aktivitas olahraga itu dilakukan di dalam rutan. Tiap pagi mereka melakukan senam di dalam sel. “Di dalam tetap kita bina untuk olahraga,” tutur Mursid. (ndr)


 


 

Editor : adi nugroho
#radarkediri #pandemi #covid19