Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Cara Ikatan Remaja Masjid Darunnajach Berkegiatan di Tengah Pandemi

adi nugroho • Selasa, 5 Mei 2020 | 12:09 WIB
cara-ikatan-remaja-masjid-darunnajach-berkegiatan-di-tengah-pandemi
cara-ikatan-remaja-masjid-darunnajach-berkegiatan-di-tengah-pandemi

Pandemi Covid-19 tak membuat remaja Masjid Darunnajach, Bandarkidul, Mojoroto, Kota Kediri, berhenti berkegiatan. Justru, mereka semakin kreatif dengan membuat ngaji online. Salah satunya diisi oleh Gus Izzat Sya’roni, pendakwah muda.


 


Suara lantunan ayat suci Alquran sore itu menggema di langit Kelurahan Bandarkidul. Wilayah yang kebanyakan merupakan pondok pesantren. Yang kental dengan suasana santri dan juga pakaian muslim. Di salah satu sudut wilayah tersebut, ada Masjid Darunnajach yang berdiri kukuh. Di dalam, beberapa remaja masjid hilir mudik menyiapkan ngaji secara online.


Ada yang sibuk menata tata letak backdrop. Juga menyiapkan meja serta mempersiapkan perlengkapan elektronik. Termasuk gawai untuk menampilkan pengajian, yang tak lama lagi akan digelar. Hal tersebut dilakukan tak terlepas dari kondisi saat ini karena pandemi Covid-19.


“Kegiatan ini dilaksanakan sejak awal bulan Ramadan. Ya karena kondisi sekarang yang seperti ini,” ujar Imam Ali, salah satu anggota ikatan remaja (Irma) Masjid Darunnajach.


Hal tersebut memang dilakukan untuk mengisi agenda bulan Ramadan yang tampak berbeda dari sebelumnya. Karena anggota Irma Darunnajach yang ringan tangan, membuat ide tersebut tak butuh lama direalisasikan.


Realisasi itu ditindaklanjuti dengan menghubungi beberapa penceramah untuk mengisi pengajian tersebut. “Sehari itu, ada dua kali sesi. Sesi pagi itu setelah Subuh sedangkan sore ba’da salat Ashar,” tambah Ali.


Gayung pun bersambut. Sejumlah penceramah bersedia mengisi pengajian online tersebut. Termasuk Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Islah KH Zubaduzzaman. Dan juga pendakwah muda sekaligus Pengasuh Ponpes Putri Quran (P3TQ) Al-Hidayah, Bandarkidul Muhammad Syaikhul Izzat Sya’roni alias Gus Izzat.


Ali menyebut, materi yang dibawakan seputar Ramadan dan juga keutamaannya. Serta amaliah-amaliah yang bisa dilakukan selama bulan puasa ini. Pun dengan materi dakwah yang dibawakan Gus Izzat memang mengangkat tentang puasa serta masalah yang relevan dengan kondisi saat ini. “Untuk itu bisa dilihat di instagramnya, di @remajamasjiddarunnajach_,” katanya.


Gus Izzat,  sapaan akrabnya membawakan materi dengan menggunakan bahasa Indonesia, yang sesekali diselingi dengan bahasa Jawa. Menurutnya, dengan kondisi saat ini bisa menciptakan taman surga di rumah masing-masing. “Situasi seperti ini perbanyak berzikir. Agar hati menjadi tenang,” katanya.


 

Editor : adi nugroho
#kediri #pandemi