Perusahaan bangkrut, aset pribadi habis hingga tertipu berkali-kali sudah dialaminya. Terpuruk dan kecewa berat. Tapi, itu tak membuat Marlina Sri Kushartini sedih berlarut-larut. Dia berusaha bangkit dengan membuka usaha salad. Kini, usahanya telah memiliki banyak cabang.
Siang itu, sekitar pukul 11.00 WIB, toko bertembok bercat merah muda terlihat sepi. Dari pintu masuk, terlihat perempuan berkacamata itu sedang sibuk melakukan aktivitasnya. Kedua tangannya sedang sibuk menata buah, yang diletakkan di dalam wadah berbentuk persegi.
Perempuan itu adalah Marlina Sri Kushartini, yang tidak lain pemilik Salad Horey. “Saya mulai mencoba usaha salad pada tahun 2017,” jelas Marlina.
Perempuan berusia 40 bercerita usaha salad itu baru ada setelah beberapa kejadian menimpa keluarganya. Tepatnya pada 2016, akibat jatuhnya harga minyak bumi membuat perusahaan suaminya bekerja harus ditutup. Untuk meminta invoice, banyak sekali sidang yang harus dilakukan oleh suaminya.
“Kami sudah menyelesaikan urusan perusahan suami saya, namun kita tidak dibayar oleh klien yang berada di Jakarta hingga saat ini,” imbuhnya.
Meski masih ada proyek yang bertepatan di Sidoarjo, rupanya proyek tersebut juga terdapat masalah. Uang sebanyak Rp 270 juta tidak dibayarkan. Tidak hanya itu saja, suaminya, M. Yasmin Toro Hadi juga sempat ditipu oleh kenalannya sendiri. Uang ratusan juta yang semula untuk investasi pupuk lenyap dan hingga saat ini masih belum ada kejelasannya.
Akibatnya, semua aset yang ia miliki habis. Mulai dari rumah, hingga kendaraan ia sudah tidak ada yang tersisa. Kejadian tersebut, membuat kondisi keuangan keluarga itu berubah total. Yang semula setiap ada tender langsung dapat membeli mobil baru, liburan, dan membeli barang yang diinginkan.
Dengan kondisi tersebut, sempat membuat Marlina terpuruk. Marlina yang selama ini aktif mengikuti berbagai kegiatan menutup diri. Tidak hanya absen dari kegiatan pengajian dan arisan, ia juga menutup diri dari orang-orang yang dikenalnya. “Waktu saya mendapatkan wejangan dari pak ustad, untuk mengiklaskan itu semua,” ungkap Marlina.
Tidak hanya mengiklaskan, namun ia mendapatkan saran untuk memaafkan orang-orang sebelumnya yang pernah berutang kepadanya. Saat kondisi seperti itu, ia masih bisa melaksanakan nazarnya.
Saat ia berhasil menjual rumahnya, ia menyumbang kepada anak yatim piatu yang lebih membutuhkan. Dengan kondisi seperti itu, Marlina dan suaminya berusaha untuk bangkit.
Salah satunya adalah membuat sebuah usaha. Usaha pertamanya adalah menjual baju, hingga membuat sovenir. Tidak hanya itu saja, ia juga membuka jasa event organizer. Hingga akhirnya, suaminya memberi ide untuk berjualan makanan. Ide tersebut ada setelah Marlina melahirkan anak keempatnya pada bulan November 2017. “Setelah melahirkan, anak saya waktu itu masih berusia dua bulan. Saya bingung mau kerja apa, di waktu bersamaan dapat merawat anak,” ungkap Marlina.
Akhirnya ia memiliki ide, untuk membuat usaha salad buah. Menurutnya, salad buah tergolong simpel dibandingn dengan usaha makanan lainya. Hanya dengan modal uang sebanya Rp 400 ribu, ia mulai mencoba membuat salad. Pada waktu itu, dengan uang seadanya ia masih menggunakan buah semangka kemudian salad-salad buatannya dikirim ke beberapa kerabat kenalannya.
Rupanya salad buah buatannya mendapatkan respon yang positif. Banyak yang memberi saran, agar perempuan kelahiran 1980 menjual salad buatannya. “Karena waktu itu tidak ada modal, jadi yang pesan salad saya minta uangnya dulu,” imbuhnya.
Dengan kendaraan seadanya, berupa sepeda motor, ia bersama suaminya mengantarkan langsung pesanan salad tersebut. Baru saja usaha salad tersebut berjalan, tidak lama kemadian musibah datang kemabali.
Ayah Marlina mengalami kecelakaan. Uang yang seharusnya untuk usaha digunakan untuk biaya berobat. Meski sudah jatuh berkali-kali, ia tidak menyerah begitu saja.
Tentu saja, usaha kerasnya selama ini membuahkan hasil. Usaha saladnya kini laku keras. Ia juga memiliki berapa cabang. “Menjalankan bisnis itu harus diimbangi dengan iman,” ungkap perempuan ibu dari empat anak ini.
Agar orang percaya dan loyal dengan produk buatannya. Marlina kerap melakukan promo untuk paket murah, promo tersebut ada ketika mendekati hari lebaran. Sebagai salah satu pelaku UKM, ia berpesan disaat kondisi sedang terpuruk. Jangan membuat diri kita menjadi pengemis meminta belas kasihan orang lain, tetapi bagaimana bisa menjadi inspirasi orang lain.
Bertahan dengan Terus Berkreasi
Usaha salad buahnya yang laris manis membuat para pesaing pun bermunculan. Sadar akan hal itu, Lina pun terus berkreasi. Tujuannya agar beda dengan yang lainnya. Salah satu karyanya dengan membuat tampilan salad buah yang cantik dan personal.
“Idenya dari searching di internet,” tutur perempuan 40 tahun ini. Benar saja, permintaan pun berdatangan. Biasanya untuk acara-acara spesial, seperti ulang tahun, peresmian acara hingga pesanan khusus sajian pernikahan.
Tak berhenti di situ saja, sukses dengan salad buah, Marlina mengembangkan membuat salad sayuran. Untuk pembuatan salad sayur, memang membutuhkan waktu yang lama. Salah satunya adalah pembuatan dressing, dan pemilihan sayuran. “Sayuran yang digunakan harus bebas dari pestisida, pilihannya sayuran hidroponik,” jelas Marlina.
Sebelum menggunakan sayuran hidroponik, ia menggunakan sayuran yang dijual di pasar. Hanya saja, sayuran tersebut mudah layu dan tidak segar. Kemudian ia mendapatkan informasi, bahwa ada perkumpulan hidroponik di Kabupaten dan Kota Kediri. “Alhamdulillah, akhirnya mendapat pasokan yang lancar,” imbuhnya.
Meski waktu itu, sebagian besar mereka menanam seledri, bayam dan pakcoy. Dari tanaman tersebut, tidak ada yang digunakan untuk salad. Karena untuk salad, ia membutuhkan selada hijau, samhong king, romaine atau cos selada. Akhirnya, ditanamlah khusus sayuran yang dibutuhkan tersebut.
Sayuran tersebut, secara bergantian dikirim dari Langgeng Farm milik Purwo Widodo, Intania Hidroponik milik, TPHP Kota Kediri, dan Komunitas Hidroponik Kota Kediri. Agar tetap segar, sayuran tersebut didatangkan setiap minggunya. Tanaman tersebut dikirim dengan kondisi masih memiliki akar.
“Selain itu, juga ada campuran bawang bombay, paprika, kubis ungu, tomat, timun, kacang merah, dan tambahan buah anggur,” imbuhnya.
Selain menggunakan sayuran, salad yang berproduksi di Perumahan Persada Sayang No 2, Kota Kediri ini juga terdapat toping yang berupa daging ayam fillet, smoke beef, dan telur ayam. Dalam proses pemanggangan ayam, bahkan tidak menggunakan minyak. Walaupun ada yang menggunakan minyak, namun menggunakan olive oil. “Untuk dreesing tidak menggunakan bahan penyedap, semua murni mayo dan bahan olahan sendiri,” terang Marlina.
Dalam pembuatan dressing, memang memerlukan waktu yang lebih. Karena dressing sayuran, berbeda dengan dressing untuk buah. Bahkan untuk membuat dressing ini, ia sampai mendiskusikannya dengan chef hotel bintang lima seperti J.W Marriot.
Selama proses pembuatan salad, ia bersama dengan anak-anaknya sempat menginap di apartemen selama satu minggu. Selain menghabiskan waktu, pembuatan dressing ini juga mengeluarkan tidak sedikit uang. Meski begitu, dressing salad miliknya dipuji enak.
Salad sayur sendiri, terdapat sepuluh jenis. Nama-nama yang digunakan dalam menu, agar pembelinya merasa termotivasi ketika membeli salad. Mulai dari Happy Salad, Wonder Woman Salad, hingga be strong salad.
Editor : adi nugroho