KEDIRI - Berkat hobi bermain voli, Iptu I Nyoman Sugita menjadi polisi. Meski lahir di Bali, laki-laki kelahiran 1970 ini pindah ke Ambon, Maluku sejak umur 15 tahun. Di sanalah ia sering voli. Pada Oktober 2019 hingga kini, Nyoman menjabat Kapolsek Pare.
Posisinya di tim voli sebagai toser. Tugasnya memberi umpan ke smasher atau melakukan blocking. Nyoman pun jago smash. “Sebetulnya sejak SMP ya saya hobi voli itu. Bahkan saat masih di Bali,” terangnya.
Nyoman pun terpilih saat penjaringan atlet pra PON. Saat itu, ia masih sekolah di SMAN 2 Ambon. “Dulu ada dua yang lolos seleksi. Satu perempuan, satunya laki-laki. Nah saya yang laki-laki,” ujarnya.
Meski timnya tak sampai juara, ketika jadi atlet Nyoman ditawari menjadi polisi atau tentara. “Saya memilih jadi polisi,” ungkapnya.
Nyoman mendapat pendidikan kepolisian di Ambon. Saat pendidikan itu, Nyoman mengalami kecelakaan. “Saat pendidikan itu ada kegiatan jumping truck. Melompat dari truk yang berjalan itu. Kan ada teorinya, nah pas meloncat itu, posisi saya salah. Lalu cedera hingga sekarang,” paparnya sambil menunjukkan pergelangan kaki kanannya.
Selesai pendidikan, Nyoman mengabdi di Polda Ambon, Maluku. Setelah menjadi perwira, tugas pertamanya di Kediri. Sebelumnya Nyoman menjabat Kanitlantas Polsek Mojoroto. Setelah itu, kanitlantas Polsek Kediri Kota. “Dari kanitlantas, saya ditugaskan jadi Kapolsek Pare,” jelas Nyoman.
Editor : adi nugroho