Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dua ‘Kuliner Impor’ di Kediri yang Kelezatannya Menggugah Selera

adi nugroho • Senin, 6 Januari 2020 | 22:39 WIB
dua-kuliner-impor-di-kediri-yang-kelezatannya-menggugah-selera
dua-kuliner-impor-di-kediri-yang-kelezatannya-menggugah-selera



Kota Bandung memiliki banyak makanan khas. Salah satunya adalah seblak. Menu itu kini menjadi jajanan yang digemari berbagai kalangan. Tak hanya Jawa Barat, namun juga di wilayah Kediri.


 Seblak Jeng Sri: Kian Pedas, Makin Merah 



Seblak pada umumnya, adalah makanan khas dari Sunda yang bercita rasa gurih dan pedas. Seblak berbahan dasar kerupuk basah. Kemudian dimasak dengan beraneka sayuran atau dengan tambahan berupa bakso ikan, daging ayam hingga seafood.


Sementara untuk bumbu, bahan yang digunakan adalah bawang merah, bawang putih, garam, kencur, cabai rawit, kunyit, dan penyedap rasa. “Dibandingkan dengan seblak lainnya, yang jadi ciri khas adalah bawang prenya,” terang Ardila Dwimayanti, 21, karyawan Seblak Jeng Sri.


Seblak Jeng Sri adalah milik Sri Wahyuni warga Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Selain bisa dinikmati langsung di tempat, seblak juga dapat dibawa pulang dengan dikemas menggunakan styrofoam.


Seblak yang dijual di Jeng Sri beraneka macam. Mulai dari seblak telur, seblak bakso, seblak sosis, seblak komplet, seblak kwetiau, seblak seafood, seblak spesial, dan seblak istimewa. “Untuk varian seblak yang paling disukai adalah seblak ceker,” ujar Ardila.


Seblak Jeng Sri dapat dipesan khusus tingkat kepedasannya. Terdapat level satu hingga lima. Semakin besar level kepedasan, warna kuah seblak akan menjadi lebih merah. Untuk seblak Jeng Sri, dibanderol mulai harga Rp 8000 hingga Rp 20 ribu per porsinya.


Seblak Jeng Sri dapat ditemui di Jalan Letjend Sutoyo, Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren, dan Jalan Brawijaya, Desa Mangunrejo, Kecamatan Pare.


 


Ketoprak Bu Retno: Bumbu Diulek di Atas Piring


 


Siapa yang tidak kenal ketoprak khususnya di wilayah Tegal, Jawa tengah (Jateng). Seperti halnya gado-gado, ketoprak juga berasal dari Tegal. Cara penyajian ketoprak pun tidak jauh berbeda dengan gado-gado. Yaitu dengan dengan menggunakan saus bumbu kacang.


Bedanya jika gado-gado menggunakan sayuran sebagai bahan utamanya, ketoprak justru menjadikan lontong atau ketupat dan bihun sebagai bahan utama.


Untuk menyeimbangkan kandungan karbohidrat dari lontong dan bihun, ketoprak juga dilengkapi dengan potongan tahu. Biasanya, digoreng setengah matang. Lalu, ditambah tauge, dan kerupuk. Tak lupa tambahan kecap manis untuk memperkaya cita rasa.


Untuk menikmati ketoprak, tidak perlu jauh-jauh ke Tegal. Pencinta menu ini dapat menikmatinya di Ketoprak Bu Retno yang berada di Jalan PK Bangsa, Kelurahan Banjaran, Kecamatan Kota Kediri.


“Untuk bumbu, bahan yang digunakan adalah kacang, bawang putih, gula merah, dan kecap,” terang Budi Arjo, penjual ketoprak di jalan tersebut.


Bumbu ketoprak menggunakan saus kacang dengan kecap manis. Yang membuat ketoprak ini unik adalah bumbunya yang diulek di atas piring dan bawang putih yang diulek kasar. Kita juga bisa request berapa banyak cabai sesuai selera.


 

Editor : adi nugroho
#radar kediri #wisata kuliner kediri