Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Adu Balap Balita dalam Funrace Pushbike di Balai Kota Kediri

adi nugroho • Kamis, 2 Mei 2019 | 21:03 WIB
adu-balap-balita-dalam-funrace-pushbike-di-balai-kota-kediri
adu-balap-balita-dalam-funrace-pushbike-di-balai-kota-kediri

Ada yang tak biasa di halaman Balai Kota Kediri pada Hari Buruh Sedunia, kemarin (1/5). Puluhan balita memadati area itu. Mereka membawa serta sepedanya. Tak berunjuk rasa. Namun unjuk gigi dalam lomba Funrace Pushbike. Bagaimana serunya?  


 


 


DWIYAN SETYA NUGRAHA


 


Rabu pagi itu (1/5), sedikitnya 32 pembalap sepeda balita tampak ceria di area balai kota, Jl Basuki Rahmad, Kota Kediri. Usia mereka berkisar a2 sampai di bawah 5 tahun. Mereka antusias mengikuti gelar acara Funrace Pushbike.


Itu kegiatan balapan sepeda cilik tanpa pedal. Sehingga para pembalapnya beradu cepat dengan cara menaiki sambil mendorong sepedanya. Jarak tempuh rute balapnya sekitar 500 meter. Para balita yang menjadi pesertanya harus menyelesaikan etape di halaman balai kota tersebut.


Berjarak sekitar 2 meter dari pintu masuk balai kota, puluhan pembalap balita itu terlihat sibuk mempersiapkan diri. Mereka tak sabar menunggu giliran ‘membalap’ di garis start.


Setiap race ada sekitar empat pembalap yang memulai start. Pandangan mereka tertuju ke depan sembari menunggu instruksi panitia. “Saya grogi,” ungkap Rendra, peserta yang berusia 3 tahun asal Plosoklaten, saat melakukan pemanasan sebelum balapan dimulai. Rendra adalah pembalap balita yang sudah mengoleksi 4 kejuaraan Funrace Pushbike.


Tepat jarum jam menunjukkan pukul 09.00 WIB, start Funrace Pushbike pun dimulai. Satu..dua..tiga..mulai..Sesekali panitia menyemangati para pembalap yang masih malu-malu untuk memulainya.


“Banyak yang masih takut. Makanya harus didampingi orang tuanya,” ungkap Novita Saraswaty, founder Pushbike Kediri yang juga ketua panitia pelaksana kegiatan menyenangkan ini.


Sekitar 50 meter mendekati garis finis puluhan peserta tampak kesulitan melewati tikungan tajam. Beberapa pembalap pun sempat terjatuh. “Banyak sekali yang jatuh, tapi mereka langsung bangun lagi,” tandas Saras.


Tak jarang, orang tua yang menonton ikut larut dalam euforia perlombaan. Banyak yang ikut mendampingi di belakang sepedanya.  “Mungkin ada peserta yang baru kali pertama ikut, makanya masih banyak yang didampingi,” ungkap Saras.


Untuk menurunkan tensi ketegangan, di sela perlombaan panitia membagikan topeng kartun ala super hero seperti, Hulk, Sailormoon,Thor, Spiderman, Kapten Amerika, dan Batman. “Ini agar peserta lomba nggak tegang,” tutur perempuan lulusan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini.


Karena waktu perlombaan singkat, beberapa pembalap segera memasang topeng dan mempersiapkan diri kembali di garis start. Mereka bergaya ala super hero. Sekitar 15 menit pembalap melewati race yang disiapkan panitia, mereka langsung bergegas berswafoto ketika berhasil memasuki garis finis.


Jelang akhir acara, orang tua saling bercengkerama. “Selain perlombaan, acara ini sekaligus ajang gathering,’’ kata ibu dua anak ini.


Tepat pukul 12.00 WIB, panitia mengumumkan juaranya. Wali Kota Abdullah Abu Bakar yang baru dilantik Senin lalu (29/4) terlihat hadir dalam acara itu. Dia datang bersama istri dan anaknya.


“Saya berharap olahraga Funrace Pushbike ini dapat dikenal masyarakat luas. Ini bisa meminimalisasi ketergantungan gadget pada anak usia dini,” tuturnya.


 

Editor : adi nugroho
#balapan #kediri