Jerih payah Diska Rufa Misana ini tak sia-sia. Sempat dilarang orang tuanya menjadi atlet angkat besi, kini dia panen prestasi. Langganan meraih emas di berbagai kejuaraan.
MOCH. DIDIN SAPUTRO
“Jiaaattt….. terus angkat lagi, jangan malu-malu. Ayo lebih diangkat. Tangan betul-betul rapat dan tarik ke atas,” teriak Eko Agus Koko. Teriakan pelatih angkat besi itu terdengar hingga di luar tempat latihan.
Tempat latihan itu berada di samping pintu masuk sisi selatan tribun utama Stadion Brawijaya. Ukurannya hanya 5x12 meter. Dengan kondisi yang sangat sederhana.
Dari ruangan itu beberapa kali terdengar suara berdentam. Bunyi besi jatuh membentur papan kayu yang menjadi alasnya. Terlihat 15 pemuda berada di ruang tersebut. Ada yang membantu temannya mempersiapkan barbel, ada juga yang melakukan pemanasan. Sisanya duduk, sembari melihat temannya berlatih mengangkat piringan besi kembar.
Salah satu yang berlatih adalah perempuan berambut pendek. Terlihat senior dibanding lifter perempuan lain yang ada di tempat itu. “Itu Diska, atlet Kota Kediri yang selalu dapat emas kejurprov,” jelas Koko sembari mengarahkan pandangannya ke pemilik nama lengkap Diska Rufa Misana itu.
Diska merupakan lifter berprestasi yang dimiliki Kota Kediri. Dia berangkat dari nol. Dari tidak mengenal sama sekali dunia angkat besi. Gadis 20 tahun ini awal mengikuti pelatihan saat berusia 13 tahun. “Dulu ikut saat Pak Koko datang ke sekolah. Awalnya ragu karena ibu tidak membolehkan,” katanya.
Sang ibu saat ini bekerja di luar negeri. Yang mengkhawatirkan anak perempuannya saat masih remaja saat itu. Diska tinggal bersama paman dan bibinya. Pamannya yang selalu memberi support.
Merasa tertantang, Diska benar-benar mengikuti pelatihan rutin. Dia merupakan salah satu lifter pertama setelah kebangkitan olahraga angkat besi di Kota Kediri pada 2012. Kejuaraan pertamanya dimulai pada tahun itu juga.. “Pertama kali ikut kompetisi adalah kejurprov di Malang. Dulu sama ibu masih belum boleh tapi pakde mengizinkan,” kenangnya.
Tak disangka, di kejuaraan pertamannya, putri dari Mariani itu berhasil menyabet dua medali emas dan satu perak. Di kategori 53 kilogram plus. Kemenangan pertama itu semakin membuat gadis yang kini menempuh pendidikan di Universitas Nusantara PGRI Kediri itu lebih bersemangat. Hingga akhirnya pada 2013 dia dilirik oleh provinsi, dan mewakili Jatim pada Pekan Olah Raga Pelajar Nasional (Popnas) 2013 di Jakarta. Itu kejuaraan ketiga setelah Proprov di Kota Madiun.
Di kejuaraan tersebut Diska mendapat ujian. Dia kaget campur takut tidak bisa ikut bertanding. Sebab saat itu dia mengira bakal didaftarkan pada kategori 69 kg plus. Namun ternyata pihak provinsi mendaftarkan pada kategori 69 kg. Sehingga secara otomatis berat badan Diska harus sama dengan atau di bawah angka tersebut. “Padahal saat itu berat badan saya over, yakni 72 kg. Itu pun jelang tiga hari sebelum pertandingan,” ujarnya sembari tersenyum mengingat pengalamannya saat itu.
Ingin tetap mengikuti pertandingan, dalam waktu tiga hari Diska berjuang keras menurunkan berat badan. Dia tidak makan nasi, hanya sayur dan lauknya saja. Ditambah garam Inggris yang terkenal sebagai suplemen penurun berat badan tersebut. “Makan garam Inggris sekali. Itu mati-matian nurunkan berat badan. Di hari H berat badan berhasil turun menjadi 69 kg,” sebutnya. Dengan kepercayaan diri, Diska pun berhasil membawa pulang medali perunggu pada kejuaraan tersebut.
Saat ditanya apa motivasi utamanya. Diska menyebut bahwa selain ingin membanggakan orangtua, dia juga ingin sukses dengan menekuni olahraga ini. Memang sebelum bertanding Diska selalu ingat orang tuanya. Tak lupa dia pun meminta doa setiap kali akan mengikuti kejuaraan.
“Motivasi awal pokoknya pengen angkat besi, dan sukses di sini. Intinya pengen ngebanggain orangtua juga dari olah raga ini. Dan sekarang orang tua juga telah mendukung,” papar alumni SMAN 8 Kota Kediri ini.
Latihan rutin selalu dilakukan Diska, dia juga bisa membagi antara waktu kuliah dengan latihan. Peroleh medali emas pada Kejurprov Angkat Besi tahun 2012 hingga 2018 ini mengaku selalu mendapat motivasi dari orangtua dan pelatihnya. Selain melenggang pada Kejurprov, Diska juga sempat menyabet medali emas pada Kejurnas Junior di Bandung 2018, dan juga mendapat medali perak pada Kejurnas Riau 2017.
Dalam waktu dekat, dia mempersiapkan diri untuk kembali meraih prestasi di ajang pekan olah raga provinsi (Porprov) Jatim 2019 di Bojonegoro. Dia ingin mengulang prestasi mendapat emas berturut-turut seperti yang telah diraih pada Porprov 2013 Madiun dan Porprov 2015 Banyuwangi.
Editor : adi nugroho