Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengenal Komunitas Premature Indonesia

adi nugroho • Minggu, 23 September 2018 | 22:22 WIB
mengenal-komunitas-premature-indonesia
mengenal-komunitas-premature-indonesia

Tak ada orang tua (ortu) yang berharap bayinya lahir prematur. Jika itu terjadi, banyak yang tak tahu harus bagaimana. Untuk itu, komunitas tersebut terbentuk.


 


Kecil, mungil, hingga takut menggendong bayi yang hanya memiliki berat badan di bawah normal 2.500 gram. Ini kerap dirasakan orang tua ketika menggendong bayi yang terlahir dengan prematur.


Bagaimana tidak. Walaupun kehadirannya begitu dinantikan, begitu melihat kondisinya yang terlahir sebelum waktunya orang tua pun waswas. Bahkan cemas hingga mengalami ketakutan.


Itulah yang dialami dr Agung Zentyo Wibowo, pendiri Komunitas Premature Indonesia yang memiliki anak yang terlahir dengan kondisi prematur. “Tidak ada yang berharap bayi kita terlahir prematur. Namun bila itu terjadi, banyak di antara kita yang hanya cemas dan tidak tahu apa yang harus dilakukan,” terangnya saat dijumpai Jawa Pos Radar Kediri di Citihub Hotel, kemarin (22/9).


Oleh sebab itu, Agung dan istrinya, dr Ning Rahardhianti, berinisiatif mendirikan Komunitas Premature Indonesia. Walaupun dia dan istrinya dokter, Agung mengaku, juga merasakan hal yang sama seperti orang tua lainnya ketika bayinya lahir prematur. “Panik, sedih, hingga bingung,” ujarnya.


Mereka pun harus membuka buku dengan ejaan bahasa Inggris untuk mengupas pengetahuan dan informasi mengenai bayi prematur. Akhirnya terbersit di pikiran mereka, bagaimana kondisi orang tua bayi prematur yang awam.


Apakah mampu mendapatkan informasi sesuai kebutuhan mereka? Apakah mereka akan mendapatkan edukasi sebagai bekal merawat dan menjaga bayi yang terlahir prematur?


Dengan pertimbangan itu, pada 3 April 2015 Agung pun mendirikan komunitas sebagai sarana informasi sekaligus edukasi bagi orang tua bayi prematur. Termasuk bagi calon orang tua yang berpotensi melahirkan bayi prematur.


Agung mengungkapkan, di Indonesia saat ini memiliki perbandingan 1:7 untuk jumlah bayi prematur. “Berarti setiap 7 kelahiran bayi, satu di antaranya terlahir prematur. Sedangkan angka di negara maju, seperti Amerika, rasionya 1 banding 9,” paparnya.


Hal ini, menurut Agung, dipengaruhi kurangnya pengetahuan calon orang tua. Utamanya, pada keluarga baru dan bagi keluarga yang memiliki bayi prematur. Mereka hanya sebatas mengetahui prematur adalah kondisi lahir sebelum waktunya dengan ukuran berat badan lebih kecil daripada standar bayi normal.


Namun, tidak mengetahui persiapan apa yang harus dilakukan. Termasuk, langkah apa saja untuk mempersiapkan bayi prematur tumbuh sehat. “Karena ketika bayi prematur sudah sehat dan tidak bermasalah, banyak yang berhenti melakukan langkah persiapan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi ke depannya,” urai laki-laki 33 tahun ini.


Agung juga menjelaskan, bayi prematur perlu didampingi terus untuk perkembangan dan pertumbuhannya. Komunitas yang dirintis Agung tidak sebatas bagi orang tua yang memiliki bayi prematur. Melainkan juga bagi calon orang tua yang berpotensi melahirkan bayi prematur.


“Kami sempat merasakannya, betapa sulitnya mendapatkan informasi yang pas. Itu untuk kebutuhan pengetahuan sebagai orang tua bayi prematur,” imbuh Ning. Perempuan berjilbab ini mengakui, orang tua bayi prematur pun butuh dukungan.


Makanya ketika komunitas ini terbentuk, Ning berharap, dapat saling membantu. Baik dalam informasi maupun dukungan secara psikologis. Ini karena merasa sama-sama orang tua bayi prematur. Sehingga tidak membuat serasa seperti seorang diri mengalami hal tersebut.


Untuk aktivitas komunitas ini, Ning mengatakan, tak hanya kumpul bersama berbagi materi melalui seminar. Kegiatan aktifnya adalah on melalui media sosial facebook, instagram hingga grup Whatsapp untuk sesi diskusi tanya jawab mengenai pencegahan bayi prematur hingga menghadapi masa menjadi orang tua bayi prematur. “Tetap bisa diatasi dengan bekerja sama, optimistis, dan rutin cek medis hingga terapi untuk perkembangannya anak,” pungkasnya seraya tersenyum.


 


Tentang Komunitas Premature Indonesia 


1.     Didirikan pada 3 April 2015 oleh dr Agung Zentyo Wibowo


2.     Didirikan sebagai bentuk kepedulian terhadap orang tua bayi prematur yang  masih awam terhadap informasi dan edukasi tentang bayi prematur


3.     Komunitas menjadi wadah berbagi pengalaman dan diskusi melalui media sosial


4.     Melakukan pencegahan kelahiran bayi prematur melalui edukasi bagi calon orang tua yang berisiko melahirkan prematur


 


 

Editor : adi nugroho
#kediri #indonesia #anak