Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Saat Komunitas Peduli ASI Kediri Rayakan Pekan ASI Nasional

adi nugroho • Selasa, 14 Agustus 2018 | 23:15 WIB
saat-komunitas-peduli-asi-kediri-rayakan-pekan-asi-nasional
saat-komunitas-peduli-asi-kediri-rayakan-pekan-asi-nasional


Peduli ASI tak harus ibu muda atau yang sudah memiliki bayi. Seorang bapak hingga mereka yang masih lajang pun wajib memiliki rasa Peduli ASI. Inilah yang ditekankan anggota Kompak dalam peringatan Pekan ASI Nasional.


Ramona Tiara Valentin  


“Dilipat sesuai pola, terus ditarik, sesuai dengan gambar yaa,” ucap Annisa, instruktur yang berasal dari forum babywearers seraya menunjuk slide. Peserta yang tak hanya ibu-ibu itu terlihat berusaha mengikuti. Sang suami yang mendampingi pun tak segan membantu istrinya memperbaiki posisi gendongan. Memang, posisi yang tepat saat ibu menyusui menjadi poin penting saat pembelajaran babywearers. “Dirapatkan dan dikendorkan kainnya agar bayi dan ibu nyaman saat menyusui,” sambung Annisa.


Menggendong yang benar menjadi satu dari sekian materi dan praktik dalam temu darat anggota Komunitas Peduli ASI Kediri (KOMPAK), kemarin (12/8) di Wisma Katang, Kecamatan Ngasem.


Sebelumnya, peserta kembali mendapatkan pengetahuan tentang ASI. Disampaikan langsung oleh narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri yaitu  Eny Suhartini. Penjelasan tentang bagaimana agar ASI bisa lancar, manfaat dari ASI hingga dukungan yang diperlukan Ibu agar bisa memberikan ASI-nya.


Salah satu pendiri KOMPAK Dea Edianto menjelaskan bila ASI adalah hal yang tidak bisa dipisahkan oleh ibu dan anaknya. “ASI bila dikonsumsi dengan sempurna bisa mengurangi berbagai risiko negatif yang dihadapi bayi,” terang ibu dua anak ini sambil tersenyum.


Ia juga menerangkan saat proses menyusui terjadi interaksi secara intensif antara ibu dan bayi sehingga proses ini mampu merekatkan hubungan antara ibu dan anak baik melalui komunikasi hingga kontak langsung dengan sentuhan.


Dea mengakui bila kopdar ini diadakan juga bentuk dari realisasi yang sering dibicarakan melalui grup whatsapp yang sekarang ini sudah terbentuk.


Tak sekadar praktik dan penyuluhan, para anggota komunitas yang bertemu setidaknya empat kali setahun ini juga mengadakan unidan berhadiah. Khususnya yang paling kompak. Mulai kompak membantu istri dalam menyiapkan kebutuhan bayi, mendampingi ketika istri sedang menimang bayi dan keseriusan para suami yang ingin mendapat pengetahuan tentang pentingnya dukungan suami dalam proses pemberian ASI eksklusif.


Kekompakan suami dan istri memang menjadi poin penting dalam dukungan agar anak bisa mendapatkan ASI selama dua tahun. Karena mereka yang belum tahu, khususnya yang masih ibu pemula, akan terasa takut, panik, hingga mudah pasrah begitu saja bila ASI-nya belum juga keluar dari payudara ibu pemula


 “Jadi kegiatan ini salah satu misi kita agar semakin banyak kalangan yang peduli terhadap ASI,” ujar Rahmadiani, salah satu pendiri Kompak lainnya. Menurut perempuan berjilbab ini, kepedulian terhadap ASI tidak hanya sebatas perempuan terutama kalangan ibu-ibu, melainkan seluruh kalangan baik laki-laki hingga siapapun yang belum menikah.


Peduli terhadap ASI harus diterapkan sejak awal sebelum menikah dan memiliki bayi, sehingga meminimalisir terjadinya baby blues yang rentan terjadi pada ibu pemula.


“Kalau sudah mengerti, pasti nggak panik ketika sudah memiliki bayi. Karena mereka sudah mendapatkan pengetahuan,” terangnya sambil tersenyum. Salah satunya dengan diadakannya acara kopdar yang bertepatan dengan pekan ASI Nasional ini.


Acara ini juga dihadiri oleh suami peserta kopdar, yang diharapkan dapat memberikan andil dalam pemberian ASI secara eksklusif kepada anak mereka. Dian juga mengakui bila kopdar ini tidak dipungut biaya sedikitpun, dan diikuti oleh 80 peserta yang berjumlah lebih banyak dari tahun sebelumnya.


“Kita juga mengenalkan, bila di Kediri itu ada wadah untuk saling sharing dan konsultasi kesulitan mengenai ASI,” pungkas perempuan 32 tahun ini.

Editor : adi nugroho
#air #ibu #susu