KEDIRI KABUPATEN – Arca yang ditemukan tim peneliti dari Arkeologi Nasional (Arkenas) Jakarta menjadi kontroversi. Sebelumnya, para arkeolog tersebut menyatakan benda purbakala yang terkubur di situs Adan-Adan, Kecamatan Gurah itu berupa Dwarapala atau arca penjaga.
Namun ada sejarawan lain yang meragukan bentuk arca tersebut adalah Dwarapala. Karena ada kemungkinan bahwa yang ditemukan dalam proses ekskavasi itu adalah Mahakala atau Nandicwara.
“Bisa jadi temuan di situs Adan-Adan ini adalah Mahakala atau Nandicwara karena modelnya berdiri,” ujar Achmad Zainal Fachris, ahli sejarah dari Kediri.
Dahulu arca seperti itu memang biasa ada di candi-candi. Berdasarkan posisi keletakannya, menurut Fachris, berada di sebelah makara. Selain itu, biasanya arca raksasa setinggi sekitar dua meter tersebut diposisikan di depan gerbang utama.
“Hal ini hampir mirip dengan arca yang ditemukan di Adan-Adan,” ungkap ahli sejarah lulusan Universitas Negeri Malang (UM) ini.
Dikonfirmasi terkait hal ini, Sukawati Susetyo, ketua tim peneliti dari Arkenas, menerangkan, pihaknya tetap meyakini arca temuannya adalah arca penjaga Dwarapala. Ini dikarenakan setelah ditemukan, ia membandingkan kemiripan arca dari Adan-Adan dengan arca Totok Kerot yang merupakan arca penjaga.
“Ada kemiripan dengan arca Totok Kerot di Adan-Adan ini,” ungkap arkeolog perempuan yang karib dipanggil Wati ini.
Tidak hanya membandingkan dengan arca Totok Kerot, dia mengungkapkan, arca Adan-Adan ini dibandingkan dengan arca penjaga yang kini ada di depan Museum Airlangga Kediri dan di depan Museum Pusat Informasi Majapahit (PIM) Trowulan.
Dari perbandingan di kedua museum tersebut, Wati sangat yakin arca yang ditemukan di Candi Adan-Adan yang telah diuruk kembali ini adalah Dwarapala. “Ciri-ciri dan bentuknya juga sama dan menunjukkan arca Dwarapala. Walaupun biasanya Dwarapala posisinya jengkeng. Arca berdiri ini Dwarapala,” papar perempuan berkerudung itu.
Untuk menambah keyakinannya,Wati mengatakan, ciri-ciri Mahakala atau Nandicwara biasanya tertempel di dinding relung candi. Namun, menurutnya, arca di Candi Adan-Adan ini bentuknya lepas dari dinding candi. Arca berdiri sendiri atau tidak menempel.
“Karena itulah kami yakin bahwa arca yang kami temukan di Candi Adan-Adan ini adalah arca penjaga atau Dwarapala. Walaupun fungsinya sama dengan Mahakala atau Nandicwara sebagai arca penjaga,” tegasnya.
Wati menerangkan bahwa kini timnya sudah sampai di Jakarta. Mulai Senin nanti (9/10), pihaknya akan lebih konsentrasi pengolahan temuan data dari Candi Adan-Adan pada penggalian kedua tersebut. Pihaknya akan menganalisis temuan-temuan hingga memetakan candinya. Ini agar nanti untuk penelitian atau penggalian lanjutannya, pihaknya mudah mengembangkannya.
Editor : adi nugroho