Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Gali Lagi Area Situs Adan-Adan

adi nugroho • Jumat, 29 September 2017 | 01:16 WIB
gali-lagi-area-situs-adan-adan
gali-lagi-area-situs-adan-adan

KEDIRI KABUPATEN – Tim peneliti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Arkenas) Jakarta kembali menggali situs di Desa Adan-Adan, Kecamatan Gurah. Mereka mencari potongan bangunan situs yang lain. 


Tampaknya, tim penasaran dengan temuan makara pada penelitian awal April tahun lalu. Kemarin siang (24/9), di hari pertama penggalian ditemukan dua potongan situs baru.


Dari pantauan Jawa Pos Radar Kediri terlihat ada dua titik penggalian. Di dua galian itulah tim menemukan bagian lain dari situs Adan-Adan baru. Namun bagian tersebut baru sebagian. Sehingga bentuk aslinya belum bisa diketahui. 


“Kita temukan bagian baru hari ini. Tapi bagian itu berbentuk apa, kami belum tahu pasti. Mungkin penggalian besok lagi bisa kami ketahui setelah bentuk aslinya kelihatan,” ungkap Sukawati Susetyo, ketua tim peneliti dari Arkenas.


Perempuan yang biasa dipanggil Wati ini menerangkan, timnya bukan menggali lagi bagian yang lama atau yang saat penelitian pertama telah digali. Namun mencari perkembangan dari penelitian yang terdahulu. Yaitu mencari bagian potongan-potongan situs yang lain. 


“Situs ini memang seperti puzzle Mas. Kita cari satu per satu agar kita ketahui bangunan ini sebenarnya apa sih,” ujarnya.


Wati mengaku, mulai penelitian pertama hingga kemarin pihaknya masih mencari. Apakah bangunan situs Adan-Adan ini benar candi atau hanya gapura saja. Terlebih di penelitian pertama pihaknya mendapatkan sepasang makara bergaya seperti di daerah Muara Jambi. 


Dari situ, dia menduga, situs ini peninggalan Kerajaan Kediri atau Singasari. “Penelitian kali ini tetap kita konsen mengungkap sebenarnya situs ini situs apa,” terangnya.


Terlebih setelah menemukan sepasang makara, timnya semakin penasaran untuk mengungkapnya. Sehingga penelitian kedua yang dimulai kemarin hingga 5 Oktober nanti, pihaknya akan mencari potongan-potongan lainnya. “Kali ini kita juga konsen cari potongan-potongan lainnya yang tidak harus sama seperti yang dulu,” jelasnya.


Wati menambahkan, jika dalam penelitian ini bisa menemukan arca keagamaan hal itu lebih bagus lagi. Ini berarti segera diketahui situs ini merupakan candi atau bangunan lain. Dia menduga, situs ini adalah candi. Namun bisa juga gapura kerajaan bila dilihat dari bentuk makara yang besar saat penelitian pertama. “Tapi ini masih tetap kemungkinan lho ya, bukan hasil akhir. Tetap tunggu hasil pastinya,” paparnya.


Kemungkinan situs ini adalah gapura juga dikuatkan dari 4 kilometer (km) di timur situs Adan-Adan terdapat Candi Tondowongso. Walaupun begitu, Wati belum bisa memastikan karena penelitian tersebut berlanjut. 


Dia berharap, di hari-hari selanjutnya akan ada progres yang signifikan atas temuan-temuannya. “Di akhir penelitian kali ini kita juga akan lakukan sosialisasi. Jadi progres penelitian kali ini akan kita sampaikan lebih lengkap nanti,” tegasnya.


Editor : adi nugroho