KEDIRI KOTA- Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri dan warganya ikut berduka. Tadi malam, sekitar pukul 20.00 WIB, Hj Maryam Abdul Rachman Bafaqih, ibunda Wali Kota Abdullah Abu Bakar, wafat. Almarhumah mangkat saat dirawat di RSUD Gambiran karena sakit lambung.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, Hajah Maryam menghadap sang Khalik dalam usia 67 tahun. Almarhumah dibawa ke rumah sakit milik pemkot tersebut pada Rabu (30/8) pekan lalu. Saat itu, almarhumah merasakan mual-mual. “Sudah dua tahun ini mengeluhkan sakit,” ujar Firdaus, adik bungsu almarhumah, saat dikonfirmasi wartawan koran ini tadi malam.
Dua malam terakhir, karena kondisinya drop, almarhumah dipindahkan ke ruang intensive care unit (ICU). Kemarin, sudah sulit untuk diajak berkomunikasi. Sehingga, oleh keluarga terus dituntun untuk berzikir. “Alhamdulillah, selama masa kritis, adik-adik dan dua anak almarhumah terus mendampingi,” lanjut perempuan yang akrab disapa Edo itu. Dari keenam adiknya, hanya dua yang tak bisa mendampingi. Satu karena sedang berhaji. Satu lagi karena sedang berada di Tiongkok.
Hajah Maryam adalah sulung dari tujuh bersaudara. Semasa hidup, almarhumah dikenal sebagai perempuan tangguh. Suaminya wafat saat anak-anaknya masih berusia sepuluh tahun dan delapan tahun. Ia pun membesarkan kedua anaknya tersebut sendirian.
Ketangguhan itulah yang turut menginspirasi adik-adiknya, termasuk Edo. “Almarhumah sosok yang mengayomi dan menyayangi. Ia juga seorang pendidik sejati,” tandas perempuan yang juga legislator PAN di DPRD Kota Kediri itu.
Bahkan, Selasa (29/8) atau sehari sebelum masuk rumah sakit, Hajah Maryam masih sempat meminta untuk diantar berkunjung ke SD Rahmat melihat para murid. SD tersebut memang dikelola oleh keluarganya. Almarhumah semasa hidup merupakan seorang guru dan dikenal sebagai aktivis sosial keagamaan.
“Sebenarnya almarhumah juga ingin naik haji lagi. Akan tetapi, oleh putranya (Wali Kota Abdullah Abu Bakar, Red) disarankan umrah saja karena sudah dua kali naik haji. Itulah (kembali ke Tanah Suci, Red) yang menjadi motivasi almarhumah untuk tetap sehat,” tambah Edo.
Hajah Maryam ingin umrah bersama adik-adiknya. “Rencananya Februari 2018 nanti,” sambungnya. Akan tetapi, takdir berkata lain. Sang Khalik lebih mencintainya dengan memanggil pulang almarhumah terlebih dulu ke haribaan-Nya. Tadi malam, jenazah disemayamkan di rumah duka, Jl Dr Soetomo 39 Banjaran, Kota Kediri. Rencananya, akan dikebumikan di Pemakaman Umum Burengan hari ini sekitar pukul 10.30 WIB. “Kami semua merasa kehilangan,” tandas Edo.
Hal serupa disampaikan Kabag Humas Pemkot Apip Permana. Menurutnya, seluruh keluarga besar pemkot turut berduka cita atas wafatnya Hajah Maryam. Figurnya bisa menjadi teladan bagi para perempuan di kota ini.
Editor : adi nugroho