Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

SMK Al Huda Satu-satunya Sekolah yang Buka Kelas Samsung di Kediri

adi nugroho • Kamis, 31 Agustus 2017 | 22:50 WIB
smk-al-huda-satu-satunya-sekolah-yang-buka-kelas-samsung-di-kediri
smk-al-huda-satu-satunya-sekolah-yang-buka-kelas-samsung-di-kediri


Ada ratusan sekolah menengah kejuruan (SMK) se-Jawa Timur yang menjalani verifikasi untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan ternama dunia, Samsung. Namun, akhirnya hanya 20 yang dinilai layak. Nama SMK Al Huda Kediri masuk salah satunya.


 


BAGUS ROMADHON


 


Rabu kemarin (30/8) pukul 10.30 WIB Jawa Pos Radar Kediri ada janji bertemu dengan Rahadian Fatawi, kepala SMK Al Huda Kediri. Setelah berbagai kegiatan pagi itu, wartawan koran ini langsung menuju sekolah kejuruan di Jalan Masjid Al Huda Nomor 169 Kota Kediri tersebut.


Sempat menunggu beberapa menit, akhirnya media ini bisa bertemu dengan Dian –sapaan karib Rahadian Fatawi – di ruangan kerjanya. “Maaf Mas lama, tadi masih ada rapat Idul Kurban,” ujarnya dengan ramah.  


Saat itu Dian tampak rapi dengan baju dinas putih hitam ala Presiden Jokowi. Tak berselang lama, ia menceritakan bahwa sekolah yang dipimpinnya telah bekerja dengan perusahaan elektronik dunia, Samsung. 


“Alhamdulillah, hari Selasa (22/8) lalu kami sudah tanda tangan MoU (memorandum of understanding) dengan Samsung di Dyandra Convention Hall Gramedia Expo, Surabaya ,” ungkapnya dengan lengkap.


Dian pun lantas menceritakan awal mula bagaimana SMK Al Huda Kediri menjadi SMK satu-satunya yang mengadakan progam kelas Samsung. Bermula dari akhir tahun lalu, tepatnya Desember 2016.


Waktu itu, SMK Al Huda mendapatkan tawaran langsung dari Samsung. “Tanpa pikir panjang saya langsung iyakan Mas,” tambahnya. Sebab, menurut Dian, perusahaan sebesar Samsung tentu punya rancangan yang bagus untuk sebuah sekolah.


Setelah itu proses pun berlanjut dengan verifikasi data. Itu dilaksanakan pada Maret 2017. Waktu itu, setidaknya ada 124 SMK di Provinsi Jatim yang ikut verifikasi untuk program kelas ini. Verifikasi juga mengikutkan Dinas Pendidikan Jatim sebagai pemangku kebijakan yang mengambil keputusan SMK mana saja yang layak melaksanakan program kelas Samsung.


Ramadan lalu, tepatnya Juni 2017 hasil verifikasi pun diumumkan. Total ada 20 SMK yang layak. Nama SMK Al Huda Kediri termasuk di dalamnya. “Alhamdullilah tentu bersyukur,” tutur kasek yang sedang menempuh gelar doktor ini.


Berikutnya, Dian harus mempersiapkan agar program kelas Samsung dapat berjalan dengan baik. Secara umum tidak ada kendala berarti. Namun bukan berarti persiapannya berjalan dengan mudah. Terutama dengan penentuan siswa dan ruangan yang tepat.


Untuk penentuan siswa, Dian sempat kebingungan. Sebab belum ada jurusan yang matching dengan kelas Samsung. “Iya menurut saya belum ada jurusan yang benar-benar pas,” katanya.


Akhirnya untuk mendapatkan siswa yang berkualitas untuk kelas ini, sekolah mengadakan seleksi khusus. Tidak main- main tes terdiri atas beberapa tahapan. Pertama ada tes online. Lalu, ada tes wawancara hingga psikotes. “Kami ingin yang masuk kelas Samsung benar-benar tepat,” tambah kasek kelahiran 31 Mei 1974 ini.


Tidak kurang 500 siswa ikut seleksi. Semua dari kelas 10. “Nantinya kelas Samsung akan diadakan selama tiga tahun, dari kelas 10 hingga 12,” tambahnya. Dari 500 peserta terpilih 36 siswa yang dinilai layak masuk kelas Samsung.


Penyelerasaan kurikulum pun jadi hal penting antara sekolah dan Samsung. Hal itu jugalah yang mendasari Samsung memilih SMK diberi program khusus. Selain tentu tidak dimungkiri siswa SMK sudah memiliki keterampilan khusus. Sehingga lebih mudah menerima program Samsung.


Banyak harapan dengan program kelas Samsung ini. Terutama keterampilan siswa SMK Al Huda semakin banyak. “Jadi siswa tak hanya punya satu  kompetensi,” jelas Dian. Dengan diversifikasi kompentensi, siswa lebih mudah mencari pekerjaan.


Senada dengan Dian, Kepala Cabang Disdik Jatim Wilayah Kediri Trisilo Budi Prasetyo menjelaskan, pentingnya keterampilan siswa SMK. “Saya selalu mendukung sekolah membuka program khusus. Apalagi ada rencana bandara di Kediri, tentu kita siapkan siswa SMK jadi SDM yang baik,” tuturnya.


 


 


 


 


 


 


 

Editor : adi nugroho
#smk al huda kediri