Di putaran kedua Liga 2 Indonesia ini, Persik punya kejutan. Seorang pemain yang sempat jadi idola Persikmania dalam ISC B musim lalu, kini kembali. Dia adalah Bima Ragil Satria Rakasiwi.
RINO HAYYU SETYO
Awan mendung yang datang Kamis (27/7) sore lalu tak membuat semangat berlatih para pemain Persik Kediri turun. Namun tidak seperti biasanya, ada wajah baru yang terlihat. Mengenakan jersey latihan berwarna biru tua, seorang pemain ini memang bisa dibilang sudah tak asing lagi. Ia kembali ke Kota Tahu, setelah berpisah selama satu putaran Liga 2 Indonesia musim ini.
Meski baru bergabung, namun Bima, nama panggilan pemain ini sudah terlihat akrab. Di sela latihan, ia terlihat sudah sangat akrab dengan para pemain lainnya. Tawanya lepas. Seolah sudah tanpa jarak. “Wah kangen sekali. Akhirnya bisa di sini (Persik, Red) lagi,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri, Kamis (27/7) lalu.
Kebahagiaan ini pun tidak bisa disembunyikan dari wajah pemain asli Ngoro, Jombang ini. Apalagi, dua hari kedepan Persik akan menjamu PS Mojokerto Putra di Stadion Brawijaya. Peluang menjadi starting eleven pun terbuka. “Mari kita rebut kembali (juara, Red),” ungkapnya sambil menirukan syair lagu Bandung Lautan Api.
Di wawancarai sesuai latihan, Bima tampak sangat antusias. Bukan tanpa alasan senyum semringahnya menyapa semua pemain di sana. Hal ini karena keinginannya bisa masuk Persik Kediri bisa terwujud kembali. Terlebih gemuruh, teriakan, dan tepuk tangan dari Persikmania yang sangat ia tunggu.
Pemain kelahiran 26 Agustus 1991 ini mengaku tak bisa melupakan Persikmania. Meski memperkuat klub lain selama gelaran liga putaran pertama lalu, namun Persik dan Persikmania ternyata selalu di hatinya. “Saya tak pernah lupa suasana Stadion Brawijaya saat Persik bertanding,” paparnya.
Hal itu, lanjut Bima juga karena kenangan masa kecilnya. Tinggal di Ngoro, Jombang yang tak jauh dari Kota Kediri, nyaris setiap pertandingan Persik selalu ia ikuti. Bersama kawan-kawannya, ia selalu ingin menonton Macan Putih di stadion.
Jiwa seorang suporter itulah yang melekat di dalam dirinya. “Sejak kecil saya suka sekali sama Persik,” imbuh Bima.
Makanya, saat memperkuat Persik musim lalu, totalitas selalu terlihat dalam setiap permainan Bima.Musim lalu, pemain bernama lengkap Bima Ragil Satria Rakasiwi ini memang menjadi penggawa Persik Kediri. Bersama Mahyadi Panggabean dan Andre Agustiar, ia memperkuat lini serang Macan Putih di Indonesia Soccer Championship (ISC) B.
Gaya bermainnya yang agresfif dan tak kenal lelah memang sangat dicintai oleh suporter. Terlebih saat ia ditempatkan sebagai gelandang serang Persik menopang Rendi Irwan dan Agung Suprayogi di lini depan.
Kini di skuad muda Persik, ia bakal menjadi panutan. Pengalaman dan skillnya di lapangan akan sangat dibutuhkan. Apalagi, sejumlah pemain Persik tidak dalam kondisi prima dan perlu back up dari pemain seperti Bima.
Wajahnya berkerut seketika. Karena mengingat lima pertandingan ke depan yang sangat berat. Bima sangat berkeinginan untuk bisa membawa Persik Kediri lolos dari grup ini. Apalagi persaingan ketat sedang terjadi antara Persik Kediri, Kalteng Putra, dan PS Mojokerto, yang kini menghuni tiga besar Grup 6.
Namun kompetisi yang ketat, justru menjadi pemacu semangatnya untuk segera mencetak gol perdana bagi Persik Kediri. “Kali ini saya ingin sekali bisa mempersembahkan gol untuk kemenangan,” ujarnya.
Bagaimana dengan sistem permainan 4-3-3 yang dikembangkan coach Bejo Sugiantoro musim ini? Tahun lalu, Bima biasa beroperasi dalam skema 4-2-3-1 yang digandrungi Kas Hartadi, pelatih Persik musim lalu. Apakah itu akan menjadi masalah?
Bima mengaku tak ada masalah dengan skema Persik musim ini. Apalagi, ia sudah kenal dengan karakter coach Bejo. Apalagi, legenda Persebaya itulah, salah satu alasan mengapa ia kembali ke Persik. “Saya sudah tahu karakternya,” ungkapnya.
Menurutnya, coach Bejo sangat luar biasa dalam memberi motivasi. Mental pemain jadi terangkat. Apalagi sebagai pelatih, coach Bejo menurut Bima juga sangat demokratis, tidak otoriter. Tapi sangat serius ketika latihan. “Disiplin sekali. Ini yang sangat saya suka,” paparnya.
Dengan napas yang masih terengah usai berlatih keras sore itu, Bima berharap bisa membanu Persik untuk mewujudkan mimpi naik kasta. Diakuinya, kebanggaan bermain di Kediri sangat berarti. “Saya tak ingin melewatkan kesempatan ini untuk memberikan prestasi bagi Persik,” tandasnya. (die)
Ingin Cetak Gol Kemenangan Macan Putih
Editor : adi nugroho