JP Radar Kediri - Kementerian Agama membuka program “Surat Santri untuk Presiden” sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri 2026. Program tersebut menjadi ruang bagi para santri untuk menyampaikan pemikiran mereka mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan masa depan Indonesia.
Dalam informasi yang dipublikasikan Kementerian Agama, santri dapat memilih sejumlah tema untuk dituangkan dalam surat, yakni pendidikan, lingkungan, dan kesejahteraan rakyat. Pendaftaran atau pengiriman karya dibuka hingga 2 Oktober 2026.
Melalui tulisan, para santri dapat menyampaikan pandangan mereka dari lingkungan pesantren. Pendidikan menjadi salah satu persoalan yang dekat dengan kehidupan santri, sementara isu lingkungan dan kesejahteraan masyarakat juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Klub Tenis Melimpah namun Prestasi Atlet Susah, Harap Pelti Kota Kediri Gelar Event untuk Atlet Muda
Baca Juga: Mahasiswa Disabilitas Rungu Unesa Raih Dua Prestasi Nasional, Usung Ekonomi Inklusif dan Budaya
Program tersebut memberikan ruang bagi santri untuk tidak hanya menjadi penerima kebijakan, tetapi juga menuangkan gagasan mengenai hal-hal yang mereka anggap penting. Surat menjadi media sederhana untuk menyampaikan pemikiran dari lingkungan pesantren kepada pemimpin negara.
Bagi santri, kesempatan tersebut juga dapat menjadi pengalaman untuk belajar menyusun gagasan dan menyampaikannya secara tertulis. Sebuah surat yang ditulis dari pesantren dapat membawa cerita, harapan, dan pandangan generasi muda mengenai Indonesia yang mereka inginkan.
Dengan batas waktu pengiriman yang telah ditentukan, program “Surat Santri untuk Presiden” menjadi salah satu kegiatan yang dapat mendorong santri untuk berani menyampaikan gagasan melalui tulisan. Dari lembaran surat tersebut, suara santri mendapat ruang untuk ikut berbicara tentang masa depan negeri.
oleh Yaqutatil Faridah
kampus Universitas Islam Tribakti
Editor : Shinta Nurma Ababil