Pemuda ini tak menyangka nasibnya bakal semujur ini. Mendapatkan hadiah sepeda motor Yamaha Gear Ultima dari ajang Festival Kuno Kini.
Hadiah yang akan dia manfaatkan untuk pulang kampung ke Jambi.
ASAD M.S., Kabupaten, JP Radar Kediri
Malam penutupan Festival Kuno Kini 2026 di kawasan Simpang Lima Gumul berlangsung meriah.
Musik dan tarian terus bergantian menghibur pengunjung yang memadati area festival pada Minggu malam (24/5).
Suasana mendadak berubah senyap ketika panitia mulai melakukan pengundian hadiah utama sepeda motor Yamaha Gear Ultima. Ribuan mata tertuju ke panggung utama.
Nama demi nama mulai dipanggil. Dua kupon pertama ternyata tidak bertuan. Pemiliknya tidak hadir meski telah dipanggil berkali-kali oleh panitia. Hingga akhirnya, nama Nurul Mubin disebut.
Saat itu, pemuda 19 tahun tersebut sama sekali tidak menyadari bahwa dirinya menjadi pemenang hadiah utama malam itu.
Sebab ketika pengundian berlangsung, dia saat itu sedang membantu temannya berjualan tempe mendoan di area Pasar Jadul.
“Saya lagi bantu teman goreng mendoan,” ucapnya.
Panggilan pertama tidak dihiraukannya. Mubin mengira nama yang disebut panitia hanyalah kebetulan mirip.
Saat panggilan kedua terdengar, dia mulai curiga. Santri asal Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi itu kemudian mencoba mencocokkan nomor kupon yang dimilikinya. Dan benar saja. Kupon tersebut memang miliknya.
“Saya langsung lari ke depan panggung,” ujarnya.
Mubin mengaku sama sekali tidak menyangka bisa membawa pulang hadiah motor.
Saat berkunjung ke Festival Kuno Kini bersama kawannya, Ismail, pada Jumat sore (22/5) lalu, keduanya ditawari sales Yamaha untuk mengikuti test ride sepeda motor. Karena tidak dipungut biaya, mereka pun langsung mencoba.
“Ya mau saja, gratis. Motornya juga enak dipakai,” jelasnya.
Baca Juga: Festival Kuno Kini 2026 Jadi Wadah Generasi Muda Salurkan Bakat dan Lestarikan Kesenian
Setelah melakukan test ride, mereka mendapatkan kupon undian. Namun Mubin sebenarnya tidak terlalu berharap banyak.
Sebab selama festival berlangsung, ada begitu banyak pengunjung lain yang juga mengumpulkan kupon.
Meski begitu, diam-diam Mubin sempat meminta doa kepada teman-temannya.
Jika benar-benar mendapat hadiah motor, dia ingin menggunakan kendaraan tersebut untuk pulang kampung ke Jambi.
“Waktu itu saya bilang ke teman-teman, doakan bisa dapat motor biar bisa pulang,” ujarnya.
Harapan itu bukan tanpa alasan. Sejak 2020 lalu, Mubin mondok di Pondok Pesantren Al-Islah As-Suyuti, Dlopo, Kecamatan Ngasem.
Baca Juga: Pengunjung Festival Kuno Kini 2026 Antusias Belajar Aksara Kawi Demi Ingin Mengenal Budaya Nusantara
Dia datang ke Kediri sejak masih duduk di bangku MTs demi menuntut ilmu agama.
Selama enam tahun mondok, Mubin belum pernah pulang ke kampung halamannya di Jambi. Jarak yang sangat jauh membuat biaya perjalanan pulang pergi tidak murah.
“Belum pernah pulang sama sekali,” akunya.
Karena itulah, hadiah motor tersebut terasa begitu berarti bagi dirinya. Bukan sekadar kendaraan baru, tetapi juga menjadi simbol harapan untuk bisa kembali bertemu keluarga di kampung halaman setelah bertahun-tahun merantau menuntut ilmu.
“Anaknya memang kenceng. Ahli wirid,” celetuk Ismail sang kawan sambil tertawa.
Bagi Mubin, keberuntungan malam itu menjadi pengalaman yang tak akan dilupakan. Datang ke Kediri dengan niat mencari ilmu, dia justru pulang membawa hadiah yang selama ini hanya ada dalam doa-doanya.
Untuk diketahui, Festival Kuno Kini 2026 terselenggara atas support Yamaha dan BRI.
Editor : Andhika Attar Anindita