KEDIRI, JP Radar Kediri- Workshop Menulis aksara Kawi yang digelar di mini stage Festival Kuno Kini sukses menarik perhatian para pengunjung.
Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Terutama dari kalangan mahasiswa dan pelajar yang ingin mengenal lebih dekat aksara peninggalan Nusantara tersebut.
Doni Wicaksono Jati, 48, pegiat aksara sekaligus pemateri workshop mengaku senang melihat minat masyarakat terhadap aksara Kawi yang saat ini mulai jarang dikenal. Khususnya oleh generasi muda.
Menurutnya, kegiatan workshop ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai keberadaan aksara Kawi sebagai bagian dari warisan budaya Nusantara.
Ia menyebut mahasiswa dan pelajar menjadi sasaran utama dalam pengenalan aksara tersebut.
Baca Juga: Komunitas PASAK Hadirkan Edukasi Sejarah dan Budaya Kediri di Festival Kuno Kini 2026
“Bidikan utama kita itu mahasiswa atau pelajar karena dalam usia itu masih sangat produktif untuk belajar,” ujar Doni.
Dia juga mengungkapkan bahwa masih banyak masyarakat yang keliru mengenali aksara Kawi. Sebagian peserta bahkan mengira aksara tersebut berasal dari Thailand maupun India.
Hal itu, menurutnya, menjadi alasan penting untuk terus mengenalkan aksara Kawi kepada masyarakat luas.
Ia mengaku cukup miris melihat minimnya pengetahuan masyarakat terhadap aksara peninggalan leluhur Nusantara tersebut.
Karena itu, pihaknya kini mulai aktif mengenalkan aksara Kawi melalui media sosial serta berbagai kelas dan workshop edukasi.
"Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin mengenal dan ikut melestarikan aksara kuno Kawi sebagai bagian dari sejarah dan budaya Indonesia," tandasnya.
Untuk diketahui, Festival Kuno Kini 2026 disupport oleh Yamaha dan BRI. (c1/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita