Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pengunjung Membeludak, 1,5 Jam Dagangan Ludes: Cegah Kemacetan, Terjunkan 30 Personel di Festival Kuno-Kini

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Selasa, 19 Mei 2026 | 23:37 WIB
Puluhan ribu pengunjung memadati Festival Kuno Kini 2026. (Wahyu Adji)
Puluhan ribu pengunjung memadati Festival Kuno Kini 2026. (Wahyu Adji)

 

KEDIRI, JP Radar Kediri–Membeludaknya pengunjung Festival Kuno-Kini 2026 membawa berkah bagi ratusan pelaku UMKM.

Tidak sedikit produk di stan mereka yang ludes dalam waktu beberapa jam saja.

Salah satunya dialami Yongki Pratama, 30, owner Ketan Duren Kediri. Pria yang mengikuti festival kali kedua itu mengaku senang karena dagangannya selalu ludes.

“Sejak hari pertama sampai hari ke empat tidak pernah sepi,” katanya bersyukur.

Untuk menghabiskan stok ketan durian yang diproduksinya, Yongki tidak harus buka stan sampai pukul 22.00.

Sebab, hanya dalam waktu beberapa jam saja sudah habis. “Satu jam sampai satu setengah jam sudah habis,” lanjutnya senang.

Baca Juga: 60 Ribu Pengunjung Padati Festival Kuno-Kini, Panitia Siapkan Hadiah Satu Unit Motor untuk Pengunjung

Lebih jauh Yongki mengaku membatasi penjualan ketan durian hanya 400 boks saja setiap harinya. Jumlah itu dibagi dalam dua kloter penjualan.

Yakni sore hingga Maghrib dan setelah Isya hingga malam hari.

Namun, seluruh stok tersebut selalu habis terjual dalam waktu cepat karena tingginya antrean pembeli.

Meski permintaan tinggi, Yongki mengaku sengaja membatasi jumlah produksi demi menjaga kualitas produk. Terutama agar tetap fresh setiap hari. 

Keterbatasan jumlah tenaga produksi membuat Yongki belum mampu menambah stok lebih banyak lagi di festival ini.

“Kendalanya memang di produksi. Kami menjaga kualitas supaya tetap fresh. Kalau dipaksakan takut malah mengecewakan customer,” sesalnya. 

Bahkan, saking banyaknya pembeli pada Minggu (17/5) lalu, dia harus membatasi pembelian maksimal dua boks per orang. Sehingga ada lebih banyak pengunjung yang bisa kebagian produknya.

Ludesnya stok ketan durian, membuat omzet penjualan Yongki di Festival Kuno-Kini melonjak tajam. Pada Sabtu (16/5) malam, penjualannya tembus Rp 9 juta!

Baca Juga: Bhayangkari Polres Kediri Adu Kreasi Mie di Festival Kuno Kini, 25 Tim Tampil Kompak dengan Kostum Unik dan Menu Andalan

“Kalau malam Minggu kemarin bisa sampai Rp 9 juta dan itu sudah tutup sebelum waktunya karena stok habis,” tuturnya bersemangat.

          Senada dengan Yongki, Fiona Nana, penjual aksesori itu mengaku bisa membukukan omzet antara Rp 3-4 juta dalam sehari. Bahkan, pada Minggu (17/5) lalu, omzet penjualannya mencapai Rp 7,5 juta.

“Kalau event biasa di kota lain paling Rp 1 juta sampai Rp 2 juta. Di Kuno-Kini bisa dua kali lipat bahkan lebih,” paparnya senang.

Menurut Fiona, banyak produk handmade di stannya yang menjadi favorit pengunjung. Akibatnya, stok yang dipajang pun cepat habis.

Bahkan, dia masih harus terus membuat produk tambahan selama festival berlangsung.

“Alhamdulillah berkah Kuno-Kini,” terangnya sambil tersenyum.

          Untuk diketahui, membeludaknya pengunjung tidak hanya terjadi pada Minggu malam. Sejak pukul 06.00, pengunjung langsung memenuhi ratusan stan di area Festival Kuno-Kini.

          Perhatian pengunjung juga tertuju pada peserta lomba masak Kreasi Mie yang diikuti oleh anggota Bhayangkari Cabang Kediri.

Baca Juga: Dinas Perikanan Kabupaten Kediri Kenalkan Ikan Endemik, Gaet Minat Pengunjung Festival Kuno Kini 2026

Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji turut memantau pelaksanaan lomba bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Ratih Bramastyo.

“Festival Kuno-Kini ini jadi kegiatan positif karena mampu memfasilitasi pelaku UMKM, seni budaya, hingga hiburan masyarakat dalam satu kawasan,” kata perwira yang akrab disapa Bram itu sembari menyebut festival berdampak besar pada pergerakan ekonomi masyarakat.

Ramainya pengunjung, tutur Bram, sekaligus menunjukkan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi.

Bahkan, tidak hanya masyarakat Kediri Raya saja yang berdatangan ke sana. Melainkan juga dari daerah aglomerasi lainnya.

Karenanya, Bram mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan keselamatan selama menikmati festival.

“Silakan masyarakat menikmati festival bersama keluarga, tapi tetap jaga keselamatan, kendaraan, dan barang bawaannya supaya pulang membawa kesan yang baik,” pesannya.

Sementara itu, menindaklanjuti membeludaknya pengunjung Festival Kuno-Kini, kemarin panitia bersama Polres Kediri melakukan rapat koordinasi (rakor) lintas instansi.

Rapat yang dipimpin oleh Kabag Ops Polres Kediri Kompol Ridwan Sahara itu sekaligus membahas pengaturan lalu lintas untuk mencegah kemacetan lalu lintas selama festival berlangsung.

Baca Juga: Panji Kahuripan Khadiri Pamerkan Puluhan Koleksi Pusaka Pribadi dan Isi Workshop di Festival Kuno Kini 2026

          Rapat berlangsung di kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri kemarin sore. Selain Polres Kediri dan Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri, rapat juga dihadiri perwakilan Satpol PP Kabupaten Kediri, Polsek Ngasem, dan Bagian Perekonomian Kabupaten Kediri.

          Dalam rapat kemarin disepakati skenario penerapan rekayasa lalu lintas jika terjadi lonjakan pengunjung.

Yakni, menerapkan sistem satu pintu dengan menutup akses di kawasan Tugu 9 atau depan Fave Hotel.

Seluruh kendaraan akan dialihkan menuju arah timur melalui simpang perempatan Dragon. Dengan demikian, arus kendaraan hanya terpusat di satu jalur masuk.

 “Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional. Terutama jika terjadi peningkatan volume kendaraan yang signifikan,” ungkap Ridwan ditemui usai rapat kemarin sore.

Jika arus kendaraan dinilai kondusif, menurut Ridwan petugas hanya akan melakukan pengaturan.

Serta mengarahkan juru parkir agar kendaraan pengunjung tidak parkir di bahu jalan atau melebihi kapasitas yang ditentukan.

Praktik parkir di bahu jalan, menurut Ridwan turut jadi penyebab terjadinya kemacetan lalu lintas.

Untuk memaksimalkan pengawasan, menurut Ridwan petugas gabungan akan diterjunkan ke lokasi.

Sedikitnya ada 30 personel dari dinas perhubungan (dishub), satpol PP, polsek, dan Polres Kediri yang akan ditempatkan di tujuh titik strategis.

Dengan demikian, diharapkan lalu lintas di area SLG akan kembali lancar selama acara berlangsung.

Baca Juga: Panji Kahuripan Khadiri Pamerkan Puluhan Koleksi Pusaka Pribadi dan Isi Workshop di Festival Kuno Kini 2026

Untuk diketahui, Festival Kuno-Kini 2026 masih berlangsung hingga 24 Mei mendatang. Ratusan pelaku UMKM siap memberikan produk terbaik mereka kepada pengunjung.

Panitia juga menyiapkan berbagai jenis hiburan. Baik musik, workshop budaya, permainan tradisional, hingga pelayanan OPD, dan instansi di kawasan SLG Kabupaten Kediri.

Untuk Minggu (17/5) lalu, festival dimeriahkan dengan workshop fresh flower bouquet. Selain itu ada pertunjukan seni tari dan musik, hingga penampilan Rodhesta Electone.

Adapun hari ini, panitia menghadirkan workshop kreasi janur dan pertunjukan Rodhesta Electone. 

Untuk diketahui, animo masyarakat serta pelaku UMKM di Kediri dan sekitarnya sangat tinggi sejak 14 Mei 2026 hingga 24 Mei 2026 pelaksanaan acara. Festival Kuno Kini 2026 disupport oleh Yamaha dan BRI. 

Editor : Andhika Attar Anindita
#kuno kini #ekonomi #umkm #slg