KEDIRI, JP Radar Kediri- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri memanfaatkan momentum bertemu ribuan masyarakat tiap harinya di Festival Kuno Kini untuk gencarkan promosi. Khususnya keindahan pariwisata Bumi Panjalu. Di stan Kuno Kini 2026, disparbud juga memperkenalkan 10 objek pemajuan kebudayaan (OPK).
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disparbud Kabupaten Kediri Puspita Dwi Andamsari mengatakan, ada tiga stan yang disediakan tahun ini. Yakni, stan desa wisata, stan pegiat budaya untuk menampilkan 10 OPK, serta stan untuk memamerkan potensi daerah.
“Satu stan digunakan untuk menampilkan hasil potensi daerahnya. Contohnya saat ini adalah Desa Wisata Bringin yang menjual madu,” ujarnya.
Baca Juga: Omzet Satu Hari Capai Rp 234 Juta! Festival Kuno-Kini 2026 Dongkrak UMKM Kediri Raya
Pengenalan terkait wisata, sejarah, dan kebudayaan itu juga dikemas dengan menarik. Ada games yang dihadirkan untuk para pengunjung pada waktu pembukaan dan penutupan rangkaian festival nantinya. Permainan itu sekaligus untuk menguji seberapa dalam wawasan pengunjung terkait sejarah dan kebudayaan di Kabupaten Kediri.
“Ini untuk melatih pengetahuan pengunjung dan menambah wawasan untuk anak-anak muda,” terang perempuan yang akrab disapa Wiwie.
Wiwie menyebut, dengan adanya Festival Kuno Kini 2026 dapat membantu memperkenalkan sejarah, kebudayaan, dan wisata secara lebih luas. “Pengunjung bisa datang ke stan sesuai dengan informasi yang dibutuhkan. Mulai dari desa wisata, sejarah, kebudayaan hingga produk olahan yang dihasilkan suatu daerah,” tandasnya.
Sedikitnya ada tiga desa wisata yang eksis di Kabupaten Kediri. Yaitu Desa Wisata Bringin dengan potensi unggulannya berupa Kampung Madu. Kemudian Desa Wisata Tirulor, serta Desa Wisata Dukuh.
Editor : Andhika Attar Anindita