KEDIRI, JP Radar Kediri-Festival Kuno-Kini 2026 ikut menggerakkan perekonomian dengan pemberdayaan UMKM di Kediri Raya. Setidaknya hal itu terlihat dari omzet ratusan stan yang dalam satu hari saja terkumpul Rp 234 juta!
Omzet tersebut dicatat dari ratusan pelaku UMKM yang mengisi stand di festival yang juga digelar untuk memeriahkan Hari Jadi ke-1.222 Kabupaten Kediri tersebut.
Tingginya omzet pedagang tak lepas dari jumlah pengunjung di hari pertama yang mencapai 28.175 orang.
Omzet senilai ratusan juta rupiah itu terdiri dari Rp 197 juta yang merupakan transaksi tunai. Kemudian, Rp 36,7 juta lainnya transaksi QRIS. Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, omzet tiap pedagang bervariasi. Ada salah satu stan yang membukukan omzet Rp 8 juta dalam satu malam.
Tingginya animo masyarakat dalam berbelanja itu dibenarkan Odi Priandana, pemilik stan daster bali di Festival Kuno Kini. Berjualan mulai pukul 14.00 hingga 22.00, dia mengaku bisa menjual 200 potong daster.
Penjualan di Festival Kuno-Kini itu menurutnya jauh melampaui rata-rata omzetnya di hari-hari biasa. Biasanya, dia menjual produk daster lewat e-commerce maupun car free day (CFD) di Simpang Lima Gumul.
“Tiap acara Kuno Kini saya selalu ikut terus. Hari pertama kemarin penjualan bagus, alhamdulillah nggak hujan juga,” ungkapnya senang.
Dengan hasil penjualan yang bagus itu, Odi mengaku terus berpartisipasi di tiga kali penyelenggaraan Festival Kuno-Kini. Produk “Daster Kediri” miliknya dibanderol dengan harga beragam. Mulai Rp 35 ribu per potong hingga paket Rp 100 ribu dapat tiga potong.
Dengan harga yang terjangkau, Odi tetap menghadirkan produk dengan warna, motif, dan jenis yang bervariasi. Hal itu pula yang sukses memikat pembeli hingga dia berhasil menjual ratusan potong daster.
“Omzetnya kebetulan lebih tinggi di sini,” Jelas Odi membandingkan omzetnya jualan di TikTok dan sarana lainnya.
Tak hanya Odi, Cici Rahma, penjual makanan dan minuman tradisional juga mengaku mendapat omzet yang lumayan. Mengelola warung jadul yang menjual punten pecel, ketan bubuk, pertulo, dawet, hingga wedang empon-empon atau rempah, dia juga membukukan omzet jutaan rupiah.
“Yang paling laris itu pertulo, ketan, dawet serabi, sama rempah. Banyak orang yang nyari itu karena lumayan jadul,” kata Cici yang mengumpulkan omzet Rp 3 juta dalam semalam.
Mayoritas pembelinya adalah pengunjung berusia 40 tahun ke atas. Di beberapa zona khusus jajanan kuno, pengunjung memang diajak bernostalgia dengan suasana tempo dulu yang menyenangkan.
“Kebanyakan orang tua yang ke sini. Katanya nostalgia. Ada yang lihat terus bilang, wah ini pertulo serabi senenganku. Wah enek wedang uwuh,” kelakar Cici menggambarkan antusiasme masyarakat melihat produk mamin di stan-nya.
Sementara itu, momen long weekend membuat area Festival Kuno-Kini dibanjiri pengunjung. Pada hari kedua Jumat (15/5) lalu, total ada lebih dari 17 ribu pengunjung.
Untuk diketahui, Festival Kuno-Kini 2026 tidak hanya dimeriahkan oleh partisipasi 340 stan UMKM dan instansi saja. Melainkan, setiap hari pengunjung juga dimanjakan dengan berbagai hiburan menarik hingga pengenalan produk pendukung kehidupan sehari-hari.
Salah satunya kemarin (16/5), Yamaha sebagai salah satu sponsor Festival Kuno Kini meluncurkan unit sepeda motor seri Gear Ultima 125 Hybrid dengan warna baru. Satu unit sepeda motor itu pula yang menjadi grand prize untuk satu orang pengunjung Festival Kuno Kini 2026 yang beruntung.
“Di momentum Kuno Kini ini, Yamaha juga memperkenalkan warna baru dari Yamaha Gear Ultima Hybrid. Ada tiga varian, yakni Gear Ultima Hybrid dengan warna putih dan hitam,” ujar Chief DDS Yamaha Madiun Kediri Roberto Pasaribu.
Dalam kesempatan kemarin juga diluncurkan Gear Ultima Solid warna solid orange dan solid blue. Ada pula varian tertinggi Gear Ultima Hybrid Smart dengan pilihan warna magma black matte blue. Untuk varian smart version ini juga dilengkapi dua smart key.
Baca Juga: Siang Bolong Tak Surutkan Antusiasme Pengunjung Ramaikan Festival Kuno Kini 2026
“Keunggulan Yamaha Gear Ultima ini rangka kuat, garansi lima tahun, bagasi luas, dan mesin blue core hybrid,” bebernya.
Tak hanya launching produk unggulan Yamaha, di hari ketiga kemarin juga dimeriahkan dengan berbagai workshop dan penampilan seni. Di antaranya workshop kreasi janur, lomba puisi, hingga penampilan dari Orkes Dangdut Gaya Jadul (ODGJ) Sinar Djaja. Berbagai hiburan seni dan workshop itu masih akan digelar hingga 24 Mei mendatang.
Untuk diketahui, animo masyarakat serta pelaku UMKM di Kediri dan sekitarnya sangat tinggi sejak 14 Mei 2026 hingga 24 Mei 2026 pelaksanaan acara. Festival Kuno Kini 2026 disupport oleh Yamaha dan BRI. (ais/ut)
Editor : Andhika Attar Anindita