KEDIRI, JP Radar Kediri- Stan Dinas Perikanan Kabupaten Kediri sukses menarik perhatian pengunjung Kuno Kini 2026. Pasalnya, mereka menghadirkan beragam ikan lokal dan edukasi konservasi perairan.
Melalui kolaborasi bersama komunitas Wildwater Regional Kediri, stan tersebut menjadi sarana pengenalan ikan endemik yang mulai jarang dikenal oleh masyarakat.
Dalam pameran tersebut, Dinas Perikanan Kabupaten Kediri tidak hanya memamerkan aneka jenis ikan lokal. Tetapi juga membawa produk olahan hasil UMKM binaan.
Seperti abon lele dan berbagai produk perikanan lainnya. Koordinator Wildwater Regional Kediri Bima Nuryawan mengatakan keterlibatan komunitasnya dalam pameran ini bertujuan mengedukasi masyarakat.
“Lewat pameran ini kami ingin mengenalkan kepada masyarakat bahwa kita memiliki banyak ikan endemik yang harus dijaga kelestariannya, karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahuinya,” ujar Bima.
Beberapa jenis ikan lokal yang dipamerkan di antaranya ikan Dewa (Tor soro), Ikan Belida (Chitala lopis) dan masih banyak. Menurut Bima, keberadaan ikan tersebut saat ini mulai berkurang akibat perubahan lingkungan dan minimnya kesadaran konservasi.
Selain memberikan edukasi konservasi, pihaknya tersebut juga mengenalkan potensi produk olahan perikanan dari pelaku UMKM binaan Dinas Perikanan Kabupaten Kediri.
Produk seperti abon lele mendapat perhatian pengunjung karena dinilai menjadi salah satu bentuk pengembangan hasil perikanan lokal yang bernilai ekonomi. Kehadiran stand Dinas Perikanan Kabupaten Kediri di pameran Kuno Kini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian ikan dan ekosistem sungai di daerah.
Untuk diketahui, animo masyarakat serta pelaku UMKM di Kediri dan sekitarnya sangat tinggi sejak 14 Mei 2026 hingga 24 Mei 2026 pelaksanaan acara. Festival Kuno Kini 2026 disupport oleh Yamaha dan BRI. (c1/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita