Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Panji Kahuripan Khadiri Pamerkan Puluhan Koleksi Pusaka Pribadi dan Isi Workshop di Festival Kuno Kini 2026

Redaksi Radar Kediri • Jumat, 15 Mei 2026 | 16:54 WIB
Panji Kahuripan Khadiri Pamerkan Puluhan Koleksi Pusaka Pribadi dan Isi Workshop di Festival Kuno Kini 2026. (WAHYU ADJI)
Panji Kahuripan Khadiri Pamerkan Puluhan Koleksi Pusaka Pribadi dan Isi Workshop di Festival Kuno Kini 2026. (WAHYU ADJI)

KEDIRI, JP Radar Kediri- Komunitas Panji Kahuripan Kadhiri menggelar workshop perawatan keris dalam Festival Kuno Kini 2026, Jumat (15/5). Tak hanya itu, mereka juga memamerkan puluhan koleksi pusaka pribadi di sana.

Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pelestarian budaya. Sekaligus menghilangkan stigma mistis yang selama ini melekat pada keris dan benda pusaka.

Workshop ini sengaja dibuat agar masyarakat lebih berani dan memahami cara merawat pusaka secara mandiri dengan benar. Menurutnya, semakin banyak warga Kediri yang mulai tertarik melestarikan warisan budaya leluhur. Termasuk mempelajari perawatan keris dari sisi material.

“Tujuannya untuk mengedukasi masyarakat dan menghilangkan stigma mistis pada keris. Keris ini bagian dari budaya dan warisan leluhur yang harus dijaga,” ujar Ketua Panji Kahuripan Kadhiri Firman Hutama.

Baca Juga: Disdik Kabupaten Kediri Buka Layanan Pengaduan dan Konsultasi Dunia Pendidikan di Festival Kuno Kini 2026

Dalam kegiatan tersebut, komunitas Panji Kahuripan Kadhiri membawa berbagai koleksi keris dan pusaka dari era Kerajaan. Bahkan keris kerajaan peninggalan kerajaan Majapahit. Seluruh koleksi yang dipamerkan mayoritas merupakan milik pribadi anggota komunitas.

Selain keris, sejumlah pusaka lain seperti jimatan turut dipamerkan untuk memperkenalkan kekayaan budaya tradisional kepada pengunjung Kuno Kini. Puluhan koleksi itu menarik perhatian masyarakat yang datang melihat detail bentuk, pamor, hingga sejarah singkat dari masing-masing pusaka.

Firman menjelaskan, proses penyucian dan perawatan keris sebenarnya memiliki dua sisi, yakni material dan spiritual. Namun dalam workshop kali ini, pihaknya lebih menitikberatkan pada sisi material. Seperti teknik membersihkan, merawat, hingga menjaga kondisi keris agar tetap awet.

“Kami lebih fokus pada edukasi perawatan materialnya, supaya masyarakat paham bahwa keris juga perlu dirawat seperti benda koleksi budaya lainnya,” tambahnya.

Melalui workshop tersebut, Panji Kahuripan Kadhiri berharap generasi muda semakin mengenal budaya lokal. Tidak memandang keris semata sebagai benda mistis. Melainkan sebagai peninggalan sejarah yang memiliki nilai seni dan filosofi tinggi.

Untuk diketahui, animo masyarakat serta pelaku UMKM di Kediri dan sekitarnya sangat tinggi sejak 14 Mei 2026 hingga 24 Mei 2026 pelaksanaan acara. Festival Kuno Kini 2026 disupport oleh Yamaha dan BRI. (c1/tar)

Editor : Andhika Attar Anindita
#festival kuno kini 2026 #kediri #keris #Pusaka