Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

BI Kediri Dorong UMKM Naik Kelas, Libatkan Puluhan UMKM Binaan Meriahkan Festival Kuno Kini 2026

Redaksi Radar Kediri • Jumat, 15 Mei 2026 | 16:44 WIB
BI Kediri tak ketinggalan mengambil peran dalam Festival Kuno Kini 2026. (wahyu adji)
BI Kediri tak ketinggalan mengambil peran dalam Festival Kuno Kini 2026. (wahyu adji)

KEDIRI, JP Radar Kediri- Bank Indonesia (BI) Kediri terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan UMKM. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui partisipasi dalam event tahunan Kuno Kini dengan melibatkan 20 UMKM binaan.

Mereka berasal dari berbagai sektor unggulan daerah dengan produk yang beragam. Mulai dari kuliner khas seperti jamu tradisional, bakpia, dan tiwul instan, hingga produk wastra berupa batik. Juga ada kerajinan tangan, kerajinan kayu, tas anyaman, dan kreasi rajut yang memiliki nilai ekonomi kreatif tinggi.

BI Kediri berharap event ini dapat menjadi peluang bagi UMKM untuk memperluas pasar. “Termasuk meningkatkan eksposur produk, membuka akses kemitraan dan penjualan yang lebih luas. Baik secara offline maupun digital,” ujar Kepala Seksi Kehumasan BI Kediri Andriyono Raharjo.

Menurutnya, keberagaman produk tersebut menjadi kekuatan tersendiri dalam memperkenalkan potensi lokal kepada masyarakat yang lebih luas. Sekaligus membuka peluang pasar baru di tingkat regional maupun nasional.

Ia menambahkan bahwa event Festival Kuno Kini merupakan agenda tahunan yang dinilai strategis. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang promosi. Tetapi juga wadah pengembangan UMKM agar lebih siap bersaing di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat.

Baca Juga: Antusiasme Pengisi Stan Festival Kuno Kini 2026, Yakin Raup Omzet Tinggi

BI Kediri menilai bahwa keterlibatan dalam event seperti ini sejalan dengan program kerja lembaga dalam memperkuat ketahanan ekonomi daerah. Penguatan UMKM dan ekonomi kreatif menjadi salah satu fokus utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan ini, BI Kediri juga memberikan ruang bagi UMKM binaan untuk melakukan live selling secara langsung. Fasilitas ini dimanfaatkan sebagai sarana untuk melatih kemampuan pemasaran digital. Sekaligus memperluas jangkauan konsumen melalui platform daring.

Pihaknya turut mendorong pemanfaatan sistem pembayaran digital melalui QRIS sebagai bentuk akselerasi digitalisasi transaksi di kalangan pelaku usaha kecil. Edukasi ini juga disertai dengan pemahaman mengenai perlindungan konsumen serta kampanye nasional Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.

“Selain promosi produk, event ini juga menjadi sarana edukasi penting bagi pelaku UMKM, terutama dalam mendorong digitalisasi transaksi, pemahaman keuangan, serta perluasan akses pasar yang lebih modern dan efisien,” tutur Andriyono.

Dia menjelaskan bahwa transformasi digital menjadi hal yang tidak bisa dihindari bagi pelaku UMKM. Oleh karena itu, BI Kediri terus berupaya memberikan pendampingan agar UMKM tidak hanya mampu bertahan. Tetapi juga berkembang dan naik kelas di tengah persaingan ekonomi yang semakin kompetitif.

Melalui partisipasi aktif dalam Kuno Kini, BI Kediri berharap UMKM binaan dapat semakin dikenal masyarakat luas. Termasuk memiliki daya saing yang lebih kuat serta mampu memanfaatkan peluang ekonomi digital secara optimal. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Kediri sebagai salah satu penggerak utama ekonomi daerah.

Untuk diketahui, animo masyarakat serta pelaku UMKM di Kediri dan sekitarnya sangat tinggi sejak 14 Mei 2026 hingga 24 Mei 2026 pelaksanaan acara. Festival Kuno Kini 2026 disupport oleh Yamaha dan BRI.  (c1/tar)

Editor : Andhika Attar Anindita
#festival kuno kini 2026 #kediri #umkm #BI Kediri