KEDIRI, JP Radar Kediri–Festival Kuno-Kini 2026 resmi dibuka malam ini malam ini (14/5). Masyarakat tak boleh melewatkan event budaya dan ekonomi kreatif di area Taman Hijau Simpang Lima Gumul (SLG) tersebut.
Pasalnya, pembukaan dipastikan berlangsung meriah dengan pesta kembang api dan sendratari kolosal Smiṛti Gandha Kadhiri Ratus Nengah karya seniman Embran Nawawi.
Manajer Event Jawa Pos Radar Kediri Puspitorini Dian Hartanti mengatakan, pesta kembang api menjadi salah satu suguhan utama dalam opening Festival Kuno Kini tahun ini. Pertunjukan fireworks tersebut disiapkan untuk memeriahkan suasana pembukaan dan memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung.
“Tahun ini baru pertama ada pesta kembang api, yakni baru di Festival Kuno-Kini ini. Selain itu belum ada. Jadi kami ingin opening benar-benar terasa meriah,” ungkapnya.
Lebih jauh Dian mengatakan, pesta kembang api akan berlangsung selama sekitar enam menit. Total ada 1.095 tembakan yang akan mempercantik langit Kediri.
Atraksi kembang api akan digelar di area panggung utama saat opening ceremony berlangsung pada pukul 18.30. “Durasi fireworks sekitar enam menit dengan lebih dari seribu tembakan,” terangnya.
Pembukaan Festival Kuno-Kini 2026 juga dijadwalkan dihadiri oleh tiga kepala daerah di Kediri Raya. Mulai Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, dan Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi.
Tiga kepala daerah akan melihat sendratari bertajuk Smiṛti Gandha Kadhiri Ratus Nengah karya Embran Nawawi. Pertunjukan tersebut mengangkat konsep ritual pemurnian Kediri Raya melalui perpaduan unsur wastra, kriya, dan sastra dalam satu panggung.
Embran Nawawi mengatakan, Smiṛti Gandha mengangkat perjalanan manusia yang kehilangan arah dan kesadaran di tengah kekacauan zaman.
Dalam pertunjukan tersebut, asap ratus dihadirkan sebagai simbol pemurnian dan kebangkitan kembali kesadaran manusia.
“Konsep dasarnya adalah membersihkan Kediri Raya dari hal-hal buruk, membuat Kediri harum lagi dari dalam,” tuturnya. Istilah ratus menurut Embran dipilih karena memiliki makna ritual pembersihan dalam tradisi perempuan Jawa.
Konsep tersebut kemudian dikembangkan menjadi simbol penyucian yang lebih luas terhadap tubuh, pikiran, hingga ruang kehidupan masyarakat.
“Kami memakai konsep ratus untuk menggambarkan proses pemurnian, dari keterpurukan menuju kebangkitan,” tambahnya. Untuk diketahui, pertunjukan dibagi dalam enam sketsa utama, yakni pralaya (chaos), lupa/kehilangan, ratus/purifikasi, smiṛti/kesadaran. Hingga utthana/kebangkitan, hingga siddhi/keberhasilan.
Seluruh bagian tersebut menggambarkan perjalanan manusia dari kekacauan menuju penataan kembali hidupnya. Menurut Embran, karya ini juga selaras dengan tema Festival Kuno Kini tahun ini, yakni wastra, kriya, dan sastra.
Dalam pertunjukan tersebut, wastra dihadirkan sebagai simbol tubuh dan jejak peradaban. Sementara kriya menjadi representasi kerja tangan dan pengetahuan leluhur, sedangkan sastra menjadi medium penyampaian makna dan kesadaran.
“Kami ingin orang tidak hanya melihat pertunjukan, tapi juga merasakan dan mendengarkan pengalaman budaya itu sendiri,” paparnya. Konsep seni pertunjukan yang dihadirkan juga tidak hanya berupa tari atau teater biasa.
Embran menyebut, karya itu memadukan berbagai unsur seni sekaligus. Mulai dari pedalangan, tari, drama tari, hingga musik vokal. Pengunjung nantinya akan diajak masuk dalam suasana pertunjukan melalui gerak, suara, aroma, hingga interaksi langsung dengan elemen pertunjukan.
“Ini bukan sekadar tari atau teater, tapi seni pertunjukan yang melibatkan banyak indera sekaligus,” jelas pria yang menggandeng Sanggar Kararun.
Baca Juga: Bisa Urus Pembuatan KTP di Festival Kuno-Kini, Dispendukcapil Buka Layanan Administrasi Kependudukan
Untuk diketahui, sebelum pembukaan berlangsung, suasana kawasan SLG mulai dipadati aktivitas persiapan. Rabu (13/5) kemarin, peserta pameran mulai menata stan masing-masing.
Ratusan stan kuliner, non-kuliner, hingga booth pelayanan OPD dan instansi mulai tertata di sepanjang kawasan Kuno Kini. Area Festival Kuno-Kini meliputi gate 1 yang letaknya dari arah BPR Kediri. Kemudian, gate 2 dari arah Mapolsek Ngasem. Adapun gate 3 dari arah Skate Park SLG.
Festival Kuno Kini 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 24 Mei mendatang di kawasan Taman Hijau SLG. Event ini menghadirkan ratusan stan kuliner dan non kuliner, wahana permainan, hiburan musik, workshop budaya, lomba kreatif, hingga pelayanan publik dari OPD dan berbagai instansi.
Editor : Andhika Attar Anindita