KEDIRI, JP Radar Kediri–Festival Kuno-Kini 2026 bukan sekadar pameran produk UMKM dan aneka kuliner jadul dan kekinian saja.
Selain berbagai jenis hiburan selama 11 hari, pengunjung akan diajak untuk menelusuri peradaban nusantara atau suasana tempo dulu lewat stan-stan tematik di sana.
Konseptor Festival Kuno Kini 2026 Muhamad Prastiyo atau yang akrab disapa Cak Mad mengatakan, gapura utama tahun ini mengusung konsep gerbang zaman kolonial.
Konsep tersebut dipilih untuk menggambarkan alur peradaban yang pernah berkembang di Indonesia.
“Kami ingin membawa konsep perjalanan peradaban. Jadi sejak masuk, pengunjung langsung merasakan nuansa kota lama,” ujarnya.
Setelah melewati gerbang utama bernuansa kolonial, pengunjung akan diarahkan menuju area stan OPD dan instansi dengan konsep kawasan Kota Lama.
Di area tersebut, penataan stan dan dekorasi dibuat menyerupai suasana kota lawas dengan nuansa klasik yang kuat.
“Kekuatan utama ada di gerbang kolonial itu karena begitu masuk orang langsung merasa masuk ke kawasan kota lama,” lanjutnya.
Sedangkan area panggung utama dibuat berbeda dengan konsep menyerupai kastil.
Bentuk tersebut dipilih untuk menggambarkan pengaruh peradaban Portugis yang pernah hadir di nusantara.
Selain sebagai elemen dekorasi, bangunan kastil itu juga difungsikan sebagai penutup sound system utama yang memiliki ukuran besar. “Jadi bukan hanya estetik, tapi juga fungsional karena dipakai untuk cover sound system,” tuturnya.
Di dekat area kastil, panitia menghadirkan wahana bianglala sebagai transisi menuju kawasan Pasar Jadul.
Konsep tersebut dibuat menyerupai suasana negeri dongeng agar memberi pengalaman visual berbeda bagi pengunjung.
Sebelum memasuki Pasar Jadul, pengunjung juga akan melewati gapura candi bentar yang semakin memperkuat nuansa tradisional di kawasan festival.
Tak hanya penataan area, panitia juga mendorong para pengisi stan untuk tampil total dengan dekorasi dan kostum unik.
Bahkan, pedagang diperbolehkan mengenakan pakaian sederhana seperti daster atau mungkin kostum hantu agar menciptakan kesan jadul dan unik yang lebih kuat.
Cak Mad berharap, konsep unik itu diharapkan mampu meninggalkan kesan mendalam bagi pengunjung. “Yang penting menarik dan jadi kenangan. Jadi nanti orang-orang mencari lagi suasana seperti ini saat festival tahun depan,” tegasnya.
Untuk diketahui, Festival Kuno Kini 2026 dijadwalkan berlangsung pada 14–24 Mei 2026 di kawasan Taman Hijau SLG, Kabupaten Kediri.
Event ini akan menghadirkan ratusan stan kuliner dan non kuliner, hiburan musik, workshop, lomba kreatif, hingga berbagai pelayanan masyarakat dari OPD dan instansi.
Editor : Andhika Attar Anindita