Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Usung Wastra, Kriya, dan Sastra di Kuno-Kini 2026, Pameran Digelar di Taman Hijau SLG 14-24 Mei Ini

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Kamis, 30 April 2026 | 20:33 WIB
Suasana Festival Kuno Kini (24/5/2025) di Taman Hijau SLG pada malam hari.
Suasana Festival Kuno Kini (24/5/2025) di Taman Hijau SLG pada malam hari.

KEDIRI, JP Radar Kediri–Festival Kuno-Kini kembali hadir 2026 ini. Memasuki tahun ketiga, pameran yang akan berlangsung di area Simpang Lima Gumul (SLG) ini mengusung konsep penguatan budaya lokal.

Kolaborasi Jawa Pos Radar Kediri dan Pemkab Kediri di event Mei ini membawakan tema Wastra, Kriya, dan Sastra.

Tiga elemen tersebut dipilih untuk menghadirkan perpaduan antara nilai tradisional dan sentuhan modern di satu ruang perayaan budaya.

Tak sekadar hiburan, festival ini juga diarahkan sebagai penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.

Baca Juga: Pendaftar Stan Kekinian Kuno-Kini juga Membeludak, Pedagang Tertarik Ikut Lagi karena Omzet Mereka Terdongkrak

Manajer Event Jawa Pos Radar Kediri Puspitorini Dian Hartanti mengatakan, konsep tahun ini fokus pada penguatan identitas budaya melalui karya tekstil, kerajinan tangan, dan ekspresi sastra.

Menurutnya, ketiga unsur tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Sekaligus akan dipromosikan kepada masyarakat luas.

“Festival ini bukan hanya soal hiburan, tapi juga ruang ekspresi budaya sekaligus penguatan ekonomi kreatif. Makanya kami angkat tema Wastra, Kriya, dan Sastra,” ujarnya.

Festival Kuno-Kini akan berlangsung pada 14–24 Mei 2026 di kawasan Taman Hijau Simpang Lima Gumul (SLG).

Selama sebelas hari pelaksanaan, pengunjung akan disuguhi beragam kegiatan. Mulai dari pameran budaya, pertunjukan seni, bazar UMKM, hingga festival kuliner. 

Rangkaian acara tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menghibur. Melainkan juga sarat edukasi bagi masyarakat.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, festival juga ditargetkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Dengan keterlibatan UMKM dan pelaku industri kreatif, diharapkan terjadi perputaran ekonomi yang tinggi melalui transaksi penjualan selama kegiatan berlangsung.

“Event ini juga menjadi sarana promosi pariwisata yang mampu menarik kunjungan wisatawan ke Kabupaten Kediri,” jelas perempuan yang akrab disapa Dian itu. 

Lebih jauh Dian menegaskan, Festival Kuno-Kini juga dirancang sebagai ruang kolaborasi berbagai pihak.

Baca Juga: Peminat Stan Festival Kuno-Kini Membeludak, Panitia Kurasi Lapak dan Wajibkan Pedagang Bikin Nuansa Jadul

Mulai dari pemerintah, komunitas seni, pelaku usaha, hingga akademisi. Mereka aktif dilibatkan untuk memperkuat ekosistem kreatif. 

Selain itu, panitia juga menyiapkan kegiatan edukasi seperti workshop dan literasi budaya. Acara tersebut sekaligus untuk mengenalkan nilai-nilai tradisi kepada generasi muda.

Kehadiran pengunjung dinilai menjadi kunci keberhasilan event. Sekaligus bentuk dukungan terhadap pelaku UMKM dan seniman lokal.

Dengan konsep yang semakin matang, Festival Kuno-Kini diharapkan kembali menjadi agenda budaya tahunan yang dinanti sekaligus kebanggaan masyarakat Kediri. 

“Dengan tema dan konsep yang lebih segar dari tahun sebelumnya, akan membuat event yang berkesan bagi pengunjung,” jelasnya.

Untuk diketahui, berbagai persiapan menuju Festival Kuno-Kini 2026 sudah dilakukan. Salah satunya kurasi pengisi stan kuno dan kekinian.

Minat para pelaku UMKM untuk mengikuti acara tahunan ini sangat tinggi.

Hal tersebut terbukti dari banyaknya jumlah pendaftar. Misalnya, dengan jumlah stan kekinian yang hanya 318, jumlah pendaftarnya lebih dari 400 peserta.

Pendaftar yang membeludak juga terjadi di stan kuno. Dengan kuota 50 stan, jumlah peminatnya mencapai 120 pelaku usaha.

Kurasi oleh panitia dilakukan untuk memastikan stan yang mengikuti pameran sesuai dengan tema dan memiliki produk yang beragam. 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#kuno kini #jawa pos radar kediri #pemkab kediri