Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mereka yang Gemilang di Ajang School Contest GenZverse : LiterAction, Tertarik Ikut karena Terbiasa Membaca Koran

Diana Yunita Sari • Rabu, 5 November 2025 | 22:52 WIB

 

BERBAKAT: Muhammad Fahmi Ibrahim menunjukkan trofi dan plakat usai memenangi ajang Sneakers Hand Painting di School Contest GenZverse 2025.
BERBAKAT: Muhammad Fahmi Ibrahim menunjukkan trofi dan plakat usai memenangi ajang Sneakers Hand Painting di School Contest GenZverse 2025.
KEDIRI, JP Radar Kediri - Kanvas tempat dia menuangkan ide itu memang kecil, sempit. Tak selebar kanvas lukisan pada umumnya. Hanya seluas permukaan punggung kaki. Sebab, media yang dia gambar adalah sepasang sneakers, sepatu kets alias sepatu santai.

Toh, meskipun sempit, Fahmi-panggilan Muhammad Fahmi Ibrahim-mampu mengangkat tema yang luas. Menggambarkan seseorang di tengah alam luas. Ada langit biru, gelombang-gelombang, dan matahari bersinar di salah satu sepatu.

Lukisannya pun sangatlah inspiratif. “Mengisahkan cara belajar dan usaha seseorang dalam meraih cita-cita yang menggantung setinggi langit,” jelas pelajar dari SMK Queen Al Falah Mojo ini.

Ide itu tak muncul seketika. Fahmi melakukan persiapan intensif selama satu bulan penuh. Harus piawai menyisipkan waktu di antara kesibukannya sebagai pelajar sekaligus santri pondok pesantren.

“Persiapannya satu bulan. Cara bagi waktunya, ya saat pulang sekolah dipanggil oleh guru seni sekitar tiga jam sehari untuk latihan,” ungkap remaja asal Desa Jambean, Kecamatan Kras, tersebut.

Fahmi baru tahun ini berpartisipasi dalam ajang School Contest. Ketertarikannya bermula dari kebiasaan sederhana, yaitu suka membaca koran Jawa Pos Radar Kediri yang disediakan sekolah. Kesehariannya di pondok yang tidak memegang telepon genggam membuat koran menjadi sumber informasi utama.

Dari sanalah ia mengetahui info tentang School Contest. Memunculkan keinginan untuk ikut serta. Ia kemudian berbicara kepada guru dan didaftarkan oleh pihak sekolah.

“Suka baca koran yang disediakan terus tertarik. Awalnya guru tidak tahu kalau saya suka gambar, terus setelah didaftarkan saya menyempatkan latihan setiap hari,” jelas pelajar kelas 10 ini.

Remaja berusia 16 tahun ini memang telah menunjukkan bakat menggambar sejak kecil. Fahmi bercerita, dulu ia suka menggambar di tembok yang membuatnya sering dimarahi sang ibunda. Beruntung, sang ibu kemudian memberikannya buku gambar untuk menyalurkan bakatnya. Sejak saat itu, ia tak pernah berhenti menggambar hingga kini.

Fahmi bercerita sempat memiliki kendala saat berlatih. Selama persiapan ia memakai sepatu bertali. Sementara sepatu yang disediakan panitia adalah sepatu dengan perekat.

Untungnya dia bukan tipe yang mudah menyerah. Sebaliknya, segera dia menyesuaikan ide dan temanya agar tetap tampil optimal. Toh, di akhir perlombaan, Fahmi tetap saja tidak percaya ketika mengetahui dirinya menang dan mendapat juara 1.

"Saya lihat yang lain gambarnya bagus-bagus, jadi gak percaya kalau menang. Ibu saya kasih tahu juga gak percaya," jelasnya sambil tertawa.

Sebelum mengikuti School Contest, Fahmi hanya sering berpartisipasi dalam lomba-lomba di lingkup sekolah saja. Untuk tahun depan, ia bertekad ingin kembali mengikuti perlombaan, namun kali ini ia ingin mengajak siswa-siswa lain di sekolahnya untuk berpartisipasi.

“Waktu itu saya sendirian jadi agak takut dan bingung. Tapi senang rasanya bisa berpartisipasi,” pungkas Fahmi.

 

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#radar kediri #radar kediri event #school contest #school contest radar kediri #sneakers