KEDIRI, JP Radar Kediri- Hari kedua Final Party School Contest XVII GenZverse: Literaction berlangsung heboh.
Puluhan siswa dari sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) menampilkan karya video dengan tema Preparing the Innovative Generation.
Berlangsung di ruang Asmorobangun, para siswa itu sudah memadati lokasi sejak pukul 12.00 WIB. Mereka berpakaian rapi dengan seragam khas sekolahnya. Bahkan beberapa juga berlatih untuk presentasi di hadapan dewan juri.
Untuk diketahui, short video competition ini memberikan kebebasan pada siswa untuk berkarya.
Total 20 tim itu ada yang membawakan tema terkait keberagaman agama dan simpang lima gumul (SLG) sebagai simbolnya. Kemudian ada yang membawakan video dengan latar belakang Gunung Kelud.
“Latar belakangnya gunung kelud sebagai objek wisata kebanggaan masyarakat Kediri. Kaya akan cerita sejarah dan kebudayaan,” jelas Daffa Faeyza, perwakilan dari SMPN 5 Nganjuk.
Remaja yang akrab disapa Daffa itu mengaku memilih Gunung Kelud sebagai latar belakang videonya karena beberapa pertimbangan.
Pertama sebagai simbol Kediri. Kedua, suasana alam yang eksotis. Ketiga, menyelipkan komedi agar bisa lebih seru untuk dilihat.
Lebih lanjut dia menjelaskan, video pendek yang dibuat terinspirasi dari film Aladin dan Sekawan Lima.
Di mana dalam video pendeknya itu ada jin kaleng sebagai simbol tantangan. Dan unsur komedi untuk mencairkan suasana.
“Total waktu yang dibutuhkan sekitar 2 minggu. Kendalanya cuaca tidak menentu dan sinyal yang membuat penggunaan drone terhambat,” ungkapnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri.
Tim yang beranggotakan lima orang tersebut mengaku sudah pernah mengikuti perlombaan video sebanyak 5 kali. Hebatnya, di setiap karya selalu diselipkan unsur komedi di dalamnya.
Pantauan wartawan koran ini, setiap tim didampingi oleh guru pembina ekstrakurikulernya. Meskipun ada rasa khawatir sebelum tampil, beberapa guru pendamping itu berupaya menenangkan siswanya.
Setelah menampilkan video, siswa langsung diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan dewan juri.
Pertanyaan meliputi latar belakang pembuatan video, keterkaitan dengan tema yang ditentukan panitia, dan tujuan atau pesan yang ingin disampaikan kepada penonton.
Tak hanya bertanya, tiga dewan juri yang memiliki keahlian di bidang tersebut juga memberikan saran. Diantaranya terkait backsound yang digunakan hingga keserasian video dengan tema besar.
“Backsoundnya terlalu berisik, lain kali bisa dipilih yang lebih sesuai dengan isi video dan ramah saat didengarkan,” ujar Anwar Bahar Basalamah, salah satu dewan juri saat memberikan penilaian kepada salah satu tim.
Editor : Andhika Attar Anindita