Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Retaknya Kota Adipura: Saat Literasi Gen Z Gagal Menyala

Redaksi Radar Kediri • Selasa, 21 Oktober 2025 | 00:13 WIB

 

Rak buku bantuan dari perpusnas yang disiapkan untuk pojok baca desa Bangsongan, Kediri.
Rak buku bantuan dari perpusnas yang disiapkan untuk pojok baca desa Bangsongan, Kediri.

Tahun 2025 akan selalu diingat dalam sejarah Indonesia. Demonstrasi besar terjadi di seluruh penjuru negeri, tak terkecuali kota yang hangat, Kota Adipura, Kediri. Kinerja pemerintahan Kediri yang baik pun terkena imbas oleh situasi yang memanas di pusat ibu kota. Ketika narasi semakin tak terkendali, Gen Z yang tak sepenuhnya memahami situasi menjadi sasaran empuk headline narasi yang semakin membuat runyam keadaan.

Kini kediri harus memulai langkah baru. Ada tugas yang harus dibenahi setelah banyak infrastruktur yang hancur akibat remaja dibawah umur yang terjebak arus FOMO. Selain pembangunan kembali gedung yang menjadi sasaran demo, ada aksi nyata yang harus digaungkan dengan pasti.

Literasi harus menjadi vokal bersuara bagi pondasi negeri. Membebaskan generasi dari ruang provokasi. Saatnya literasi ditekankan kepada generasi agar mampu berpikir secara logis, memilah mana fakta, mana emosi, mana bukti, dan mana provokasi.

“Dulu membaca berita butuh waktu dan kesabaran. Kita menunggu penjual koran atau membaca di perpustakaan. Namun, kini saat teknologi di genggaman tangan, membaca judul saja sudah dianggap cukup untuk menghakimi,” kata Intan, penggiat literasi Luxe-Lingua.

Di media sosial, video aksi itu menyebar dengan cepat. Ada yang pandai menuliskan komentar pedas, dan sebagian lihai me-repost tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi. Menurut dosen Fakultas Psikologi UGM, Prof. Dr. Faturohman, M.A., keterlibatan itu terjadi tidak lepas dari kondisi lingkungan dan pemikiran mereka; dengan akses informasi yang mudah, remaja sekarang tetap menemukan cara untuk mengkritik, baik secara digital maupun turun ke jalan.

Berdasarkan kutipan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa di era digital saat ini, ribuan informasi dengan mudah diakses hanya menggunakan telunjuk jari. Kita hanya perlu memposisikan diri sebagai bagian dari generasi yang pandai menyaring informasi atau memilih menjadi korban dari kecanggihan media digital.

Algoritma media sosial mendorong yang marah untuk semakin marah dan yang bimbang untuk ikut terbakar. Di sinilah pentingnya aksi untuk menghidupkan kembali literasi sejak dini agar semangat membaca tidak kalah oleh derasnya arus provokasi.

Sosialisasi literasi yang sempat terealisasi dengan tenang di Kediri melalui program Pojok Baca kalah bergema dari suara gaduh yang viral di media sosial. Setelah kejadian demonstrasi anarki di Kediri, kini pemerintah menyusun rencana pasti agar hal serupa tidak terulang lagi.

Menurut Sekretaris Desa Bangsongan, Kediri, “Desa kami mendapatkan seribu bantuan buku dari Perpusnas untuk menghidupkan literasi sejak dini. Menurutnya, literasi adalah bentuk aksi damai dan berkelanjutan untuk mendidik generasi agar memiliki kedewasaan berpikir dan tumbuh secara positif.”

Selaras dengan opini tersebut, dapat digarisbawahi bahwa pemerintah dengan sigap membentengi aksi anarki melalui jembatan literasi. Literasi membuat generasi tidak mudah terseret amarah karena mereka akan terbiasa melihat masalah dari berbagai sisi. Tidak hanya tahu apa yang sedang terjadi, tetapi juga tahu bagaimana harus bersikap.

Akses yang mudah di era ini, menempatkan generasi z pada puncak harapan pemerintah untuk turut menyuarakan kampanye "berantas hoax, cintai negeri pertiwi". Kreatifitas yang mereka miliki bisa menjadi kontribusi untuk cahaya literasi untuk meredam api provokasi dengan pemikiran bijaknya.

Layaknya nasehat yang harus terus di genggam dan di ingat: hoaks lahir dari kebencian, tumbuh lewat kebodohan, dan hidup di kepala yang tidak berpikir. Namun, ia mati di telinga orang bijak. (Azrin Azkia)

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#literasi #adipura #Gen Z