Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Santri dan Literasi Bahasa Asing

Redaksi Radar Kediri • Senin, 20 Oktober 2025 | 23:38 WIB
Bersemangat dalam berkegiatan public speaking.
Bersemangat dalam berkegiatan public speaking.

Di halaman masjid Baitul Muttaqin, santriwati berbaris saling berhadap-hadapan. Selasa pagi sehabis subuh suara mereka terdengar saling bersahut-sahutan. Tak pelak, suara berbahasa inggris itu memecah keheningan pagi menjadi lebih bersemangat. Itulah kegiatan santriwati yang mengikuti kegiatan conversation.

Ya, gambaran kegiatan di Pondok Pesantren Matlabus Salik (Ponpes Al-Matlab). Yang berlokasi di Nganjuk bagian timur, tepatnya di Jogomerto, Tanjunganom. Mencoba membiasakan bahasa asing di kalangan santri melalui program Bilingual Day.

Di Ponpes Al-Matlab, Bilingual Day merupakan program yang mengharuskan santri bercakap-cakap menggunakan dwi bahasa asing. Bahasa Inggris di pekan Inggris dan Bahasa Arab di pekan Arab.

Ini terbukti, kala itu di sore hari, saya tidak sengaja mendengar percakapan beberapa santri yang sedang menikmati waktu bersama di teras masjid. Salah seorang santri bertanya, “Is there homework tomorrow?”. Satunya menjawab, “I don’t know, maybe she knows”. Obrolan itu terus mengalir entah adakah pekerjaan rumah yang akan mereka kumpulkan esok hari.

Untuk mendukung program ini, diadakanlah program kosakata pagi. Di setiap pagi sehabis subuh, para santri akan mendapat 3-4 kosakata berbeda. Yang jika dijumlahkan santri mendapat 90-120 kosakata setiap bulan. Bahkan lebih dari 1.000 kosakata dalam satu tahun. Setelah mendapat kosakata, santri wajib menghafal kosakata tersebut kepada mustami’ dan mempraktikkannya ketika bercakap-cakap.

Lalu, apa yang terjadi ketika santri melanggar aturan Bilingual Day? Pastinya akan masuk mahkamah dan mendapat hukuman. Mahkamah dipilih untuk menumbuhkan sikap disiplin serta rasa tanggung jawab santri atas kesalahan yang dilakukannya. Salah satu mahkamah yang unik adalah pemberian kertas Spy Paper.

Yang membuatnya unik adalah pemberian misi menjadi mata-mata bagi mereka yang mendapat kertas Spy Paper. Mata-mata harus mengawasi penggunaan bahasa di sekelilingnya. Jika mata-mata menemukan santri lain yang melanggar, ia ditugaskan untuk melaporkannya kepada departemen Bahasa melalui kertas tersebut.

Tidak berhenti di situ, Ponpes Al-Matlab juga mengadakan program Public Speaking di setiap minggunya. Yang diikuti oleh semua santri untuk melatih santri agar tidak merasa “minder” ketika menyampaikan ide dan pesan. Public Speaking ini tentunya diikuti santri dengan menggunakan Bahasa Arab dan Inggris dengan teks yang disusun oleh santri sendiri.

Usaha tidak akan mengkhianati hasil. Atas kegigihan pesantren dalam pendampingan yang diimbangi usaha santri yang konsisten mempraktekkan ilmunya, membuahkan peningkatan kemampuan berbahasa asing santri.

Contohnya Ilham Ramadhan Al Ghifari, seorang alumni yang kini menjadi salah satu pengajar muda di Ponpes Al-Matlab. Ia mempraktekkan bahasa asing dimanapun dan kapanpun hingga pernah dicap indigo, karena sering mengobrol dengan dinding, kursi, dan kamera.

Berawal dari juara 1 di Al-Matlab Speech Contest, ia terus mendapat tawaran perlombaan dan berhasil memborong berbagai penghargaan. Seperti Juara 1 School English Star Contest XV 2022 (JAWA POS Radar Kediri), Juara 3 Speech International Bilingual Day (UNHASY Jombang), juara 1 English Speech Contest in INCREASE 5.0 2024 (Universitas Ciputra), dan masih banyak lagi. Ilham juga sempat menjadi duta Bahasa Internasional 2024 dan menjadi guest star dalam Kresna Speech Contest 2024. 

Salah satu kompetisi yang sangat berkesan baginya adalah National English Competition (NEON) 2024 yang diadakan oleh Universitas Tarumanagara di Jakarta. Kala itu ia membahas tentang the essence of competition is finding friends. “Setelah itu saya sharing-sharing sama jurinya dan ternyata sefrekuensi dan masih terhubung sampai sekarang,” kenang Ilham.

Pengalamannya dalam Public Speaking mempermudah Ilham menyampaikan ide dan pesan.  Hal ini sejalan dengan pendapat Viorica Marian, seorang ilmuwan kognitif sekaligus psikolog asal Moldova. Dalam bukunya yang berjudul The power of Language: How the Codes We Use to Think, Speak, and Live Transform Our Minds, ia berpendapat selain menunda penyakit alzheimer dan demensia selama beberapa tahun, kemampuan bilingual mampu meningkatkan kinerja otak, sehingga otak terbiasa fokus memecahkan suatu masalah juga meningkatkan kemampuan berfikir kreatif atau yang juga disebut out of the box.

Akhirnya, tentu saja upaya pesantren dalam meningkatkan literasi bahasa santri ini tidak akan terwujud tanpa adanya niat, kesungguhan, dan ketekunan dari para santri itu sendiri. Karena, jika ada usaha dan doa, maka tidak ada yang tidak mungkin terjadi.

Pondok Pesantren Matlabus Salik telah mencoba membuktikan. Ternyata pesantren mampu menjadi wadah untuk mengintegrasikan ilmu agama dan bekal global bagi generasi muda dengan kemampuan bilingual. (Afina Naila Hasna)

Editor : Andhika Attar Anindita
#literasi #bahasa asing #santri