KEDIRI, JP Radar Kediri- Festival Kuno Kini 2025 mendadak jadi ‘dapur’ umum di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) kemarin pagi. Puluhan peserta lomba memasak tampak antusias menyiapkan perlengkapannya untuk mengkreasikan olahan mi terbaiknya.
Tidak semua peserta emak-emak. Kaum adam pun ikut memeriahkan lomba yang digelar sejak pukul 09.00 hingga selesai tersebut. Mereka semuanya sudah siap menampilkan masakan terbaiknya.
Seperti Iin Ambarwati, mengolah masakan mi menurutnya tidak boleh asal-asalan. Selain cita rasa, harus pula memahami nilai dan filosofinya. “Kami mengolah mi terbang, bola mi, dan mi kerucut dengan persiapan yang matang,” jelas perempuan yang akrab disapa Iin itu.
Dia lalu menjelaskan filosofi mi yang diolahnya. Seperti bola mi, menggambarkan semangat seperti kepalan tangan. Atau mi kerucut, membawa pesan jika semua manusia mulai dari kalangan bawah hingga atas kedudukannya tetap sama.
Iin memberi apresiasi adanya lomba tersebut. Tidak hanya untuk seru-seruan, lomba ini bisa menjadi wadah untuk mengekspresikan bakatnya dalam memasak. “Skill kami terapkan di sini (lomba kreasi mi, Red),” imbuh perempuan asal Desa Kwadungan, Kecamatan Ngasem itu.
Itu diamini Karyani. Perempuan yang akrab disapa Mak Ni asal Kelurahan Banjaran itu datang bersama timnya dengan penuh percaya diri. Mereka datang sebagai jawara masak. “Kami sudah pernah menjuarai lomba kreasi nasi goreng,” ucapnya penuh antusias.
Kelompok Mak Ni menonjolkan rasa dan hiasan garnishnya. “Garnish ini kami tonjolkan karena itu keahlian dari kelompok kami,” ungkapnya.
Setelah memasak selama 30 menit, waktunya penjurian. Dewan juri berkeliling dari meja peserta satu per satu. Setelah dilakukan penilaian, dewan juri memutuskan enam kelompok yang layak menerima penghargaan..
“Urutan terbaik 1,2,3. Dan harapan 1,2,3,” terang Jihana Ayu Wijayanti selaku salah satu dewan juri. Yang dinilai dewan juri selain rasa, juga kekompakan, dan hasil sajian yang dihidangkan. Termasuk konsep dan makna yang terkandung dalam setiap sajian.
Pantauan koran ini, para peserta tampak antusias mendengar pengumuman pemenang juara. Masing-masing kelompok ada yang berdoa bersama. Ada juga yang saling bergandeng tangan.
Pemenangnya adalah nomor urut 06, lalu juara 2 nomor urut 11, dan juara 3 nomor urut 3. Sedangkan harapan 1 nomor urut 21, harapan 2 nomor urut 05, dan harapan 3 nomor urut 07.
Sementara itu, Lin Hartatik selaku juara 1 merasa senang. Dia mengatakan, hasil yang didapatkan sesuai dengan usaha yang dikeluarkan. “Senang sekali bisa berkesempatan ikut. Semoga setiap tahun selalu ada acara seperti ini,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian