KABUPATEN, JP Radar Kediri- Memasuki hari ke-8, Festival Kuno-Kini di area Simpang Lima Gumul (SLG) masih jadi destinasi favorit. Sejak Kamis (29/5) lalu, jumlah pengunjung membeludak hingga mencapai puluhan ribu orang. Agaknya masyarakat memilih mengisi libur long weekend dengan mengunjungi area pameran untuk berburu kuliner murah di sana.
Data yang dihimpun panitia dari tiga gerbang festival, jumlah pengunjung pada pukul 10.00-22.00 Kamis (29/5) lalu mencapai 37.430 orang.
Ratusan stan UMKM, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Kediri, hingga perusahaan swasta bukan hanya satu-satunya daya tarik di sana. Melainkan, tidak sedikit yang sengaja datang untuk melihat berbagai pertunjukkan seni yang setiap hari dihadirkan secara gratis.
“Saya sudah dua kali ini datang ke sini. Karena mumpung libur juga,” ujar Khusna, salah satu pengunjung asal Kecamatan Kras.
Dia mengaku sengaja kembali karena merasa sangat menikmati sajian acara di Festival Kuno-Kini. Selain bisa belanja berbagai kuliner jaman dulu dan kekinian, dia juga menghabiskan sore hari dengan jalan-jalan di Taman Hijau.
Dampak dari ramainya pengunjung itu juga dirasakan pelaku UMKM. Galih, penjual tahu dan pisang krispi bersyukur animo pengunjung untuk membeli produk kuliner di stannya cukup tinggi. Sehingga bisa memantik perputaran ekonomi pelaku UMKM seperti dirinya.
“Saya kalau nggak di sini biasanya jualan di CFD (car free day, Red) atau ngejar event seperti ini. Harganya tetap sama. Satu porsi tahu krispi Rp 10 ribu, satu porsi pisang tanduk krispi Rp 15 ribu,” ujar pria asal Sambirejo, Gampengrejo itu sembari menunjukkan produk kulinernya yang dijual dalam kemasan box itu.
Melihat pengunjung yang ramai, hingga kemarin panitia kembali semakin menggencarkan sosialisasi dan pemberian imbauan kepada penjual dan pengunjung. Khususnya terkait keterbukaan informasi atas harga berbagai produk kuliner yang dijual di sana.
Baca Juga: Waspadai Harga Tak Wajar! Ini Fakta Harga Jeruk Peras di Kepada penjual, seluruh stan diperintahkan untuk memasang informasi daftar harga yang mudah dilihat pengunjung. Sedangkan untuk pengunjung diimbau untuk menanyakan harga sebelum membeli untuk stan yang tidak mencantumkan harga.
Hal itu untuk menghindari agar kejadian pengunjung yang mengeluhkan harga mahal di stan tertentu tidak terulang kembali. Selain itu, kemarin baliho besar berisi imbauan dan informasi posko pengaduan juga dipasang di beberapa titik.
Dengan demikian, pengunjung yang masih menemui indikasi pedagang curang bisa melapor ke panitia untuk segera ditindaklanjuti.
Untuk diketahui, Festival Kuno-Kini berlangsung mulai 23 Mei–1 Juni. Selain diramaikan 257 stan UMKM, festival yang digelar di belakang Gumul Paradise Island SLG itu juga dimeriahkan berbagai hiburan, perlombaan, dan workshop. Di beberapa sudut pameran juga terdapat permainan-permainan jadul yang bisa dimainkan. Pun dengan berbagai kuliner tradisional yang mengajak pengunjung bernostalgia dengan kehidupan zaman dulu.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira