Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Panitia Kuno Kini Fest 2025 Kediri Tindak Tegas Pedagang ‘Nakal’

Hilda Nurmala Risani • Jumat, 30 Mei 2025 | 18:04 WIB
KENA TEGUR: Penjual cumi bakar memasang daftar harga di Kuno Kini Fest 2025.
KENA TEGUR: Penjual cumi bakar memasang daftar harga di Kuno Kini Fest 2025.

KEDIRI, JP Radar Kediri– Ada ratusan pelaku UMKM yang buka stan di Kuno Kini Fest 2025. Dari jumlah tersebut, ada segelintir pedagang yang ‘nakal’ tidak ikut aturan. Mereka tak memasang daftar harga di lapaknya.  

Manajer Event Jawa Pos Radar Kediri Puspitorini Dian Hartanti membenarkan ada lapak yang menjual produknya karena tidak sesuai ketentuan. Dia telah menerima aduan dari pengunjung yang mengeluhkan harga makanan yang mahal. Karena itu, pihaknya langsung mengambil langkah tegas.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberi imbauan kepada pengunjung agar tidak membeli produk di stan yang tidak ada label harganya. Untuk antisipasi ada pedagang yang nakal, panitia lalu memerintahkan seluruh stan untuk mencantumkan informasi daftar harga yang benar. Tidak boleh menggunakan bahasa gimmick yang mengecoh pembeli.  

Agar lebih pas, pengunjung bisa menanyakan harga terlebih dahulu sebelum membeli. Dan jika sudah tahun harganya, pastikan juga porsinya. “Terkait aduan di salah satu stan, kami juga sudah menindaklanjutinya. Tadi (kemarin, Red) kami meminta penjual tersebut menempelkan daftar harga,” ujarnya.

Tak hanya meminta penjual menempelkan daftar harga. Panitia juga menyiapkan posko aduan di sekretariat panitia bagi pengunjung yang merasa mengalami harga tidak wajar atau dicurangi. 

“Kami imbau jika ada yang merasa harga tidak wajar bisa langsung mendatangi posko pengaduan,” ujar Dian yang juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan pengunjung di Kuno Kini Fest 2025. 

Banyak yang menyayangkan adanya komentar miring di acara tersebut. Ulah segelintir penjual, membuat ratusan pedagang lainnya ikut terdampak. Salah satu pedagang makanan dan minuman yang menyayangkan kejadian itu adalah Jenifer Puji. 

Pedagang yang akrab disapa Jeni ini mengatakan, adanya event seperti ini selalu saja dimanfaatkan pedagang untuk memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya. “Tidak mengherankan jika ada oknum yang menjual dagangannya dengan nilai yang cukup fantastis,” jelas perempuan yang buka stan smoothies. 

Dia memberi apresiasi kepada panitia yang berani menindak tegas keberadaan pedagang nakal. Sebab, mereka yang berulah bisa memberi dampak buruk bagi pedagang lainnya yang sudah berjualan dengan jujur. 

Jeni juga berharap agar panitia tidak hanya mengimbau pedagang tetapi juga pembeli agar menjadi konsumen yang bijak. Semua pengunjung yang hendak membeli wajib untuk menanyakan harga serta tahu porsinya. 

Menurut Jeni, harga smoothiesnya Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu. Meski begitu tidak mengurangi minat pembeli di lapaknya. “Kalau komunikasinya dua arah pasti masing-masing lebih enak. Tidak ada yang merasa ditipu atau dirugikan,” tuturnya. 

Untuk diketahui, Festival Kuno-Kini berlangsung mulai 23 Mei – 1 Juni. Selain diramaikan 257 stan UMKM, festival yang digelar di area Monumen Simpang Lima Gumul itu juga dimeriahkan berbagai hiburan, perlombaan, dan workshop.

Di beberapa sudut pameran juga terdapat permainan-permainan jadul yang bisa dimainkan. Tentu dengan berbagai kuliner tradisional yang mengajak pengunjung bernostalgia dengan kehidupan masa lampau. Sejak dibuka hingga kemarin, sudah ada 124.679 orang yang berkunjung ke Kuno Kini Fest 2025.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

 

Editor : rekian
#pedagang #kediri #Kuno Kini Fest 2025 #umkm #nakal