Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Promosikan Produk Desa Wisata, Disparbud Kediri Fasilitasi UMKM Olahan Cabai Kebonrejo

Hilda Nurmala Risani • Rabu, 28 Mei 2025 | 17:05 WIB
LARIS: Pengunjung melihat produk UMKM Desa Kebonrejo di stan milik disparbud.
LARIS: Pengunjung melihat produk UMKM Desa Kebonrejo di stan milik disparbud.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Pengunjung Kuno Kini Fest 2025 benar-benar dimanjakan oleh berbagai pelayanan instansi pemerintah daerah. Selain mendapat kesehatan gratis dan perbaikan blangko KTP rusak, wisatawan juga bisa mendapat informasi lebih detail soal desa wisata di Kabupaten Kediri. 

Layanan tersebut bisa diperoleh dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri yang juga membuka lapak di Kuno Kini Fest 2025. Instansi yang bertanggung jawab mengembangkan wisata di Bumi Panjalu itu membuka dua pelayanan di stannya. Yakni informasi terkait wisata yang ada di wilayah Kabupaten Kediri dan UMKM yang tersebar di 10 desa wisata binaannya. 

Baca Juga: Guru TK Ar-Rahman Tales Jadi Juara 1 Lomba Karaoke Kuno Kini Fest 2025 Kediri

Kemarin dan hari ini yang mendapat giliran untuk menunjukkan produk terbaiknya adalah Kelompok Wanita Tani Lestari Kelud dari Desa Kebonrejo, Kecamatan Kepung. Mereka menampilkan berbagai olahan cabai yang telah menjadi karakter dari Desa Kebonrejo. 

“Yang kami jual berbagai olahan cabai. Karena di desa kami memang sentra cabai. Ini ada banyak jenis dan ukuran,” jelas Ketua Kelompok Wanita Tani Lestari Kelud, Widayati.

Baca Juga: Bank Indonesia Fasilitasi Pembayaran Lewat QRIS, UMKM Lakukan Transaksi Digital di Festival Kuno-Kini

Fasilitas yang diberikan Disparbud ini membantu memperkenalkan UMKM desa wisata yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kediri kepada khalayak luas. Tak hanya itu, dengan adanya kesempatan ini mampu menambah semangat pelaku UMKM untuk terus mengembangkan usahanya.

Olahan cabai yang ditawarkan kepada pengunjung ini tanpa pengawet dan pewarna. Murni dari cabe tidak ada campuran dari bahan yang lain. “Warna merah dan rasa pedas ini asli dari cabenya langsung. Tidak kami tambah apapun,” imbuhnya.

Baca Juga: Omset Tembus 5 Juta Sehari, UMKM Perhiasan Manik Buktikan Potensi Produk Handmade di Festival Kuno-Kini

Untuk diketahui, pelaku UMKM Desa Kebonrejo ini menjual olahan cabai. Seperti saus cabai dengan harga Rp 10 ribu per botol, bon cabai Rp 20 ribu per pcs, dan aneka sambal dengan harga jual Rp 20 ribu.

“Harganya dibanderol Rp 10 ribu sampai dengan Rp 20 ribu. Masih standar bagi masyarakat sekitar Kediri,” akunya sembari menyebut jika pelanggannya hingga luar kota.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

 

Editor : rekian
#kediri #desa kebonrejo #umkm #promosikan produk #disparbud #desa wisata #bon cabai #olahan cabai