Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bank Indonesia Fasilitasi Pembayaran Lewat QRIS, UMKM Lakukan Transaksi Digital di Festival Kuno-Kini

Ayu Ismawati • Rabu, 28 Mei 2025 | 09:00 WIB
Sarana pembayaran menggunakan QRIS di area Festival Kuno-Kini memudahkan pengunjung yang tidak membawa uang tunai dalam jumlah banyak.
Sarana pembayaran menggunakan QRIS di area Festival Kuno-Kini memudahkan pengunjung yang tidak membawa uang tunai dalam jumlah banyak.

KABUPATEN, JP Radar Kediri-Festival Kuno-Kini 2025 tidak setengah-setengah dalam mewujudkan konsep kuno dan kini dalam satu gelaran. Salah satunya dari sisi pembayaran.

Di ratusan stan UMKM di sana, transaksi tidak hanya dilakukan secara konvensional saja.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri memfasilitasi para pelaku UMKM dengan metode pembayaran secara digital melalui quick response code Indonesian standard (QRIS).

Dari 257 stan, sebagian sudah menghadirkan sistem pembayaran digital menggunakan QRIS tersebut.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri Yayat Cadarajat mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Penyedia Jasa Pembayaran Perbankan dan Non-Perbankan untuk mendorong dan memfasilitasi UMKM. Salah satunya penyediaan kanal pembayaran QRIS dengan proses yang mudah.

Dengan QRIS, transaksi bisa lebih cepat, mudah, murah, aman, dan andal.  Seperti bagi UMKM, status transaksi diterima seketika dan tercatat secara elektronik.

Sedangkan bagi pengunjung, transaksi bisa lebih praktis karena tinggal memindai atau scan. Tanpa harus menginput nomor rekening. 

“Selain itu untuk merchant, catatan transaksi QRIS atau cashflow bisa menjadi profil keuangan. Sehingga bank bisa memperkirakan profil risiko dari UMKM yang dapat digunakan sebagai asesmen kemampuan menyerap pembiayaan atau kredit,” terangnya.

 Selama empat hari awal penyelenggaraan Festival Kuno-Kini, menurutnya minat masyarakat bertransaksi menggunakan QRIS juga sangat positif. Hal itu dibuktikan dari jumlah penggunaan QRIS yang mencapai lebih dari 1.000 transaksi.

 “Kami harap melalui kegiatan ini selain dapat memudahkan proses pembayaran juga sebagai ajang edukasi kepada masyarakat untuk membiasakan pembayaran secara non-tunai di era digital,” tandas Yayat.

Sementara itu, event yang juga digelar dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri Ke-1.221 itu sekaligus jadi peluang pelaku usaha oleh-oleh meningkatkan omzetnya.

Seperti di stan Bolen Pisang Simpang Lima Kediri. Selama empat hari awal festival berlangsung, antusiasme masyarakat cukup tinggi dalam berbelanja produk oleh-oleh.

 “Apalagi kalau weekend yang berkunjung itu padat sekali. Terus yang lihat-lihat dan yang beli produk juga banyak sekali. Jadi banyak yang cari bolen karena produk kami ini kan oleh-oleh dari Kediri,” ujar Azza Cornelia, kasir stan Bolen Pisang Simpang Lima Kediri.

Selama membuka stan mulai pukul 10.00 – 22.00, dalam sehari produk yang terjual bisa mencapai 100 – 200 kotak.

Dengan angka itu, menurutnya sudah bisa melampaui target harian penjualan di sana. “Dan ramainya itu biasanya waktu sore sampai malam itu ramai sekali,” ungkapnya senang.

 Rata-rata pengunjung tiap harinya mencapai belasan ribu orang. Seperti pada Senin (26/5) lalu, total pengunjung dari pukul 10.00 – 22.00 mencapai 13.712 orang. Sedangkan kemarin, sejak pukul 10.00 – 15.00 saja jumlah pengunjung sudah hampir mencapai 2 ribu orang.

Untuk diketahui, Festival Kuno-Kini berlangsung mulai 23 Mei – 1 Juni. Selain diramaikan 257 stan UMKM, festival yang digelar di area Monumen Simpang Lima Gumul itu juga dimeriahkan berbagai hiburan, perlombaan, dan workshop.

Di beberapa sudut pameran juga terdapat permainan-permainan jadul yang bisa dimainkan. Pun dengan berbagai kuliner tradisional yang mengajak pengunjung bernostalgia dengan kehidupan jaman dulu.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri event #Festival Kuno Kini