JP Radar Kediri – Festival Kuno-Kini, gelaran UMKM, panggung budaya, dan pameran jaman dulu, sedang berlangsung di area Simpang Lima Gumul Kediri. Festival Kuno-Kini akan memanjakan masyarakat Kediri mulai 23 Mei hingga 1 Juni 2025.
Festival Kuno-Kini mengusung tema besar “jaman dulu”. Untuk mewujudkan tema tersebut, gelaran Radar Kediri ini banyak menggandeng para UMKM dengan produk-produk jaman dulu untuk bernostalgia, salah satunya adalah arum-manis jadul Suwito.
Stan arum-manis atau yang biasa dikenal jajanan rambut nenek Suwito terletak di sebelah stan Radar Kediri, stan pertama dari pintu masuk festival Kuno-Kini. Uniknya, Arum-manis tersebut merupakan resep original warisan turun temurun dari tahun 1963.
“Ini resep dari orang tua dulu, tahun 1963, ortu sudah jualan sejak tahun itu, jadi masih sangat terjaga,” ujar Suwito (61), pemilik usaha arum-manis tersebut saat diwawancarai Radar Kediri, 25/5/2025.
Baca Juga: Bernostalgia dengan Aneka Mainan Jadul di Festival Kuno Kini 2025
Suwito mengaku bahwa telah berjualan selama 40 tahun sejak tahun 1985 silam. Dalam kiprahnya, pria asal Wonojoyo Kediri tersebut bercerita bahwa dirinya memasarkan dagangannya dengan berjalan kaki menyusuri Jalan Dhoho dan sekitarnya.
Arum-manis Suwito dipasarkan dengan dua jenis ukuran, yakni pada cup kecil dan kotak makan medium. Terdapat banyak pilihan rasa di antaranya adalah original, melon, anggur, tiramisu, vanilla, dan oreo.
Baca Juga: Festival Kuno-Kini Kediri Hari Ketiga, Penjual Cenil Sehari Kantongi 1,1 Juta Rupiah
“Kami menggunakan bahan premium, karena kalau gulanya gak premium, nanti hasilnya jelek dan jadi hitam, kalau dikemas juga kurang menarik, jadi harus pakai gula-gula premium, bukan curah” kata Suwito.
Selain menawarkan jajanan jadul yang jarang ditemui, keunikan arum-manis Suwito juga terletak pada teknik penjualannya. Arum-manis Suwito dijual dengan menggunakan gerobak yang terdapat suara musik rebab. Musik rebab yang digunakan adalah rekaman dari Suwito sendiri yang memainkan alat musik tersebut. Suara rebab akan memberikan kesan jadul yang lebih dramatis sehingga menawarkan rindu dan nostalgia.
Baca Juga: Meriahkan Festival Kuno-Kini 2025, DPRD Kediri Hadirkan Rumah Aspirasi Untuk Warga
Dalam pembuatannya, Suwito menjelaskan saat bergabung meramaikan festival Kuno-Kini, ia memproduksi sekitar 3-5 kilogram setiap harinya. Harga arum-manis Suwito dibandrol dengan harga Rp 5 ribu untuk kemasan cup dan Rp 10 ribu untuk kemasan kotak makan medium.
Saat ini usaha jajanan jadul Suwito ini telah berkembang pesat. Saat ini, ia telah berhasil mempekerjakan tiga orang untuk berkeliling memasarkan arum-manis miliknya. Untuk produksi keliling, Suwito biasanya memproduksi 5-10 kilogram per harinya.
Editor : Jauhar Yohanis