Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Festival Kuno-Kini Kediri Hari Ketiga, Penjual Cenil Sehari Kantongi 1,1 Juta Rupiah

Satriya Agung Prakoso • Senin, 26 Mei 2025 | 02:14 WIB
Foto : stand UMKM Kuno-Kini raup omset jutaan rupiah ( Satriya )
Foto : stand UMKM Kuno-Kini raup omset jutaan rupiah ( Satriya )

JP Radar Kediri – Festival Budaya Kediri Kuno-Kini 2025 di Simpang Lima Gumul (SLG) memasuki hari ketiga. Ribuan pengunjung memadati area festival sejak sore hingga malam hari. Stand-stand pedagang yang menjual jajanan tradisional, makanan kekinian, minuman segar, hingga pakaian, dibanjiri pembeli. Tak sedikit pelaku UMKM yang mencatat omzet tembus jutaan rupiah per hari.

 Baca Juga: Keris hingga Barang Antik Ramaikan Festival Kuno Kini Kediri: Pecinta Barang Antik Wajib datang!

Bu Eka, warga Kediri, penjual jajanan jadul seperti klepon, getuk, cenil, ongol-ongol, tiwul, ketan hitam, dan lupis, mengaku omzetnya menembus Rp 1,1 juta sehari. “Jajanan tradisional banyak dicari, apalagi yang datang nostalgia,” ucapnya.

Rini Setyawati yang berjualan es dawet juga kecipratan rezeki. Dalam sehari, hampir 100 cup es dawet ludes. Untung bersih yang didapat sekitar Rp 500 ribu. Rini mengatakan bahwa pada malam Minggu kemarin ramai pembeli. Antriannya cukup panjang. 

Makanan kekinian tak kalah laris. Pak Iwan, warga Pesantren, menyebutkan stan street food dan dimsum bisa meraup omzet Rp 1,5 juta lebih. “Minatnya tinggi, apalagi malam. Banyak yang berburu makanan kekinian,” ucapnya.

 Baca Juga: Meriahkan Festival Kuno-Kini 2025, DPRD Kediri Hadirkan Rumah Aspirasi Untuk Warga

Penjual salad buah dan dessert, Bu Zahrina, juga mengaku bisa mengantongi Rp 2 juta dalam sehari. Begitu pula Pak Harto, penjual martabak mini, yang mencatat omzet harian sekitar Rp 1,5 juta. “Ramai terus, apalagi akhir pekan,” katanya.

Roti Korea juga jadi primadona. Rizal Anas, warga Ringinrejo, menyebutkan omzet dua harinya menembus Rp 4,6 juta. “Alhamdulillah, banyak pengunjung penasaran sama roti ini,” katanya.

Kusnul Sa’diah, penjual es jeruk dan es teh, mengaku 100 cup es jeruknya ludes hanya pada malam minggu lalu. “Cuaca panas, banyak yang cari minuman segar,” ujarnya.

Tak hanya makanan dan minuman, dagangan pakaian juga laris manis. Odi, warga Kediri, penjual daster dan setelan tidur, sudah mencatat omzet Rp 2,75 juta dalam tiga hari. Sementara Neyha, penjual pakaian dewasa asal Pesantren, menyebut omzetnya menembus Rp 4 juta sejak hari pertama festival di mulai.

 Baca Juga: Riuh Otok-Otok Tandai Pembukaan Festival Kuno-Kini, Hari Pertama, Ratusan Stan UMKM Langsung Ramai Pembeli

Tingginya transaksi selama Festival Budaya Kuno-Kini menjadi bukti bahwa event ini tidak hanya meriah secara budaya, tetapi juga berdampak langsung pada perekonomian warga. Ribuan pengunjung yang memadati area festival setiap harinya menjadi peluang nyata bagi UMKM untuk tumbuh dan berkembang.

Editor : Jauhar Yohanis
#kediri #umkm #event #gumul