Festival Kuno-kini, gelaran budaya terbesar di Kediri telah memasuki hari kedua. Ribuan masyarakat terus memadati area festival yang menyuguhkan beragam agenda mulai dari pentas seni, workshop, konser musik, hingga ratusan stan bazar UMKM.
Tingginya antusiasme pengunjung membuat penyelenggara menyiapkan berbagai layanan pendukung, salah satunya posko kesehatan. Tim medis yang bertugas berasal dari sejumlah puskesmas di bawah koordinasi Dinas Kesehatan Kediri.
“Kami dari tim kesehatan yang ditugaskan dari Dinas Kesehatan Kediri, personel diambil dari beberapa puskesmas,” ujar Wahyuni, salah satu petugas di posko kesehatan.
Petugas kesehatan bersiaga di posko sejak pagi hingga pukul 10 malam. Mereka siap memberikan penanganan awal bagi pengunjung yang mengalami gangguan kesehatan, seperti pusing, kelelahan, atau insiden ringan.
“Kalau ada pengunjung yang merasa tidak enak badan, pusing, atau jatuh, bisa langsung ke posko. Kami akan tangani sesuai kebutuhan, tapi untuk obat penyakit bawaan seperti darah tinggi belum tersedia,” ujar Wahyuni.
Di dalam posko yang berukuran sekitar 8×5 meter tersebut dilengkapi dengan peralatan P3K, obat-obatan kegawatdaruratan, serta ambulans yang standby untuk keperluan rujukan ke rumah sakit jika diperlukan.
“Sifatnya siaga darurat. Tapi harapannya tetap aman dan tidak terjadi hal yang serius,” lanjutnya.
Untuk penanganan, pengunjung akan dilakukan pengecekan awal seperti tekanan darah dan cek kesadaran. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan langkah medis selanjutnya sesuai dengan kondisi pasien.
Posko Kesehatan terletak di sebelah mushola buatan dekat parkiran. Pelayanan akan buka hingga hari terakhir festival, yaitu 1 Juni mendatang. Petugas berjaga dengan sistem bergantian atau sif agar layanan tetap optimal.
Sejauh ini, kondisi di lapangan masih aman. Belum ada kejadian darurat yang perlu penanganan khusus. Tim kesehatan berharap situasi ini bisa bertahan hingga festival usai.(*)
Editor : Jauhar Yohanis