KABUPATEN, JP Radar Kediri - Festival Kuno Kini 2025 di Kabupaten Kediri membuka hari pertama workshop kreasi janur yang berlangsung meriah, Sabtu, 24 Mei 2025. Bertempat di mini stage, puluhan peserta dari berbagai usia—mulai dari ibu-ibu, remaja, hingga anak-anak—berkumpul lesehan di atas karpet, siap belajar seni anyaman janur yang penuh makna.
Suroso, atau yang akrab disapa Pak Tuwek, menjadi instruktur utama workshop pagi tadi. Materi utama di hari pertama adalah membuat isen-isen kembar mayang—hiasan tradisional dari janur yang biasanya menghiasi acara pernikahan Jawa. “Yang pertama kita bikin pedang-pedangan dulu,” ujarnya santai dari atas panggung.
Proses awalnya terlihat sederhana. Dimulai dari membelah daun janur dari lidi, tapi tetap menyisakan bagian bawah untuk pegangan. Daun yang terjuntai kemudian dilipat bersilang membentuk keris zig-zag. Di ujungnya, lipatan dikunci dengan simpul atau staples. “Kalau dulu, penguncinya pakai lidi,” kata Pak Tuwek sambil tersenyum mengenang masa lalu.
Baca Juga: Ramai Thrifting Pakaian Branded di Festival Kuno Kini Kediri
Tak hanya berdiri di panggung, Pak Tuwek juga turun menghampiri peserta satu per satu, memastikan semua bisa mengikuti dengan baik.
Selain keris, sesi berikutnya adalah membuat bentuk burung dari janur. Rupanya, inilah tantangan tersulit bagi beberapa peserta. Alek, asisten pelatihan, berpesan, “Kunci seni adalah ketenangan,” sambil membantu peserta yang kesulitan.
Di antara kerumunan peserta, ada sosok kecil yang mencuri perhatian. Ali Bastomi, bocah 11 tahun asal Desa/Kecamatan Kandat. Meski paling muda, jari-jarinya cekatan membuat keris janur. “Di rumah sering bikin kerajinan janur,” katanya polos kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri. Ali datang ditemani kakaknya, Eka Septi, yang tahu info acara dari Instagram. “Di rumah memang suka bikin kerajinan kembar mayang,” tambah Eka.
Workshop kreasi janur di Festival Kuno Kini 2025 ini rencananya berlangsung selama dua hari. Hari pertama sudah digelar pada Sabtu (24/5), sementara hari kedua akan dilaksanakan Senin (26/5), mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB.
Tak hanya melestarikan budaya, workshop seperti ini juga jadi ajang seru lintas generasi. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa sama-sama belajar, tertawa, dan merangkai janur jadi karya seni tradisional yang memikat.
Jadi, kalau Anda ingin ikut merasakan sensasi menyusun kembar mayang, jangan lewatkan sesi hari kedua! Siapa tahu, Anda menemukan bakat seni terpendam sambil menikmati festival penuh nuansa Jawa ini.
Editor : Jauhar Yohanis