Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Festival Kuno-Kini 2025 Dibuka Meriah, Sanggar Tari Kameswara Tampilkan Tarian Tradisional Kediri

Zeyra Putri Widhianingtyas • Sabtu, 24 Mei 2025 | 12:07 WIB

Photo
Photo

JP Radar Kediri – Festival Kuno-Kini, pameran UMKM terbesar di Kediri, telah dibuka pada Jumat, 23 Mei 2025 di area Simpang Lima Gumul. Pembukaan agenda tahunan Radar Kediri ini berlangsung meriah dihadiri tamu yang terdiri dari Wakil Bupati dan beberapa organisasi pemerintah daerah Kabupaten Kediri. 

Mengambil tema besar festival jaman dulu, Kuno-Kini menghadirkan penampilan tari tradisional Kediri. Sebagai suksesor tema tersebut, Sanggar Tari Kameswara tampil elok dengan membawakan tari Nritya Kediri. Sanggar Tari Kameswara adalah salah satu dari sanggar tari unggulan Kabupaten Kediri. 

Baca Juga: Wabup Dewi Buka Festival Kuno-Kini Siang Ini, Ratusan Stan UMKM Siap Memanjakan Pengunjung hingga Malam

“Bangga banget karena bisa dipercaya oleh event ini untuk menampilkan tari lagi, karena tahun sebelumnya juga udah tampil dan sekarang tampil lagi, tandanya kami dipercaya sebagai penampilan di hari pertama event besar ini” ujar Yoga (30), pelatih sekaligus pendiri Sanggar Tari Kameswara, saat diwawancarai Radar Kediri (23/5/2025). 

Dalam wawancara tersebut, Yoga juga menjelaskan bahwa Sanggar Tari Kameswara mengaku mempersiapkan penampilan hanya satu hari sebelum pembukaan Festival Kuno-Kini. Meskipun demikian, Sanggar Tari Kameswara tetap dapat menyambut penonton dengan gemulai tari yang cantik dan memukau. 

Baca Juga: Siap-Siap Nostalgia Dangdut Jadul Bareng Band ODGJ, Segera Sapa Pengunjung Festival Kuno-Kini di SLG

Tari Nritya Kediri sendiri adalah kreasi tari original garapan Sanggar Tari Kameswara. Secara makna dan nilai tari, Nritya Kadiri berisi perpaduan gerakan yang merefleksikan pemuda-pemudi Kediri dengan sifat wibawa, anggun, bijaksana, memiliki pemikiran modern, namun masih melestarikan kearifan lokal dan budaya Kediri.

“Kalo dari makna bahasa, Nritya Kediri berasal dari bahasa sanskerta yang berarti sebuah kesenian dari kediri. Gerakannya mengembangkan dari gerakan tari khas jawa timur dengan ditambah unsur modern dan tradisional” jelas Yoga.

Baca Juga: Fascia Branding Percantik Stan Festival Kuno-Kini, Ajang Pameran Terbesar di Kediri Raya Dibuka Besok Siang

Dalam kiprahnya, Sanggar Tari Kameswara banyak beranggotakan anak muda yang memiliki semangat tinggi dalam melestarikan budaya tradisional. Hal itu dibuktikan pada penampilan pembukaan Festival Kuno-Kini, penari Nritya Kadiri beranggotakan tiga penari muda dari sanggar tari tersebut.

“Sebagai anak muda, atau istilah akrabnya gen z, menjadi bagian dari penari itu kebanggaan tersendiri, karena menari menurut saya selain melestarikan budaya, juga lebih bisa punya wadah untuk mengekspresikan diri” ujar Kiki (19) , penari Nritya Kediri dalam pembukaan Festival Kuno-Kini. 

Kiki juga menjelaskan bahwa menari adalah bakat yang dia kuasai sejak duduk di bangku TK. Pernyataan ini juga dibenarkan oleh Adib (17), penari lelaki Nirtya Kediri tersebut juga mengaku bahwa menari adalah passion yang Adib kuasai sejak kecil karena Adib tumbuh di keluarga yang memiliki jiwa seni.

Sanggar Tari Kameswara kondang berkiprah di Kota Tahu. Selain menjadi bintang tamu di Festival Kuno-Kini. Sanggar Tari Kameswara kerap tampil di event-event besar daerah bahkan Ibukota Jakarta.

 

 

 

 

Editor : Jauhar Yohanis
#budaya #kediri #Sanggar tari #Festival UMKM #simpang lima gumul #tradisional