Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Makanan dan Permainan Jadul Meriahkan Festival Kuno-Kini! Budi Daya Bawa Laksana, Ingatkan Pentingnya Budaya untuk Kemajuan

Hilda Nurmala Risani • Sabtu, 10 Mei 2025 | 09:05 WIB
Photo
Photo

KABUPATEN, JP Radar Kediri-Anda kangen dengan berbagai jenis makanan jadul? atau ingin mengenalkan permainan jadul kepada anak-anak Generasi Z? Jawa Pos Radar Kediri menyiapkannya di Festival Budaya Kuno-Kini.

Acara yang akan digelar di kawasan Simpang Lima Gumul ini siap mengajak masyarakat Kediri Raya bernostalgia mulai 23 Mei hingga 1 Juni nanti.

          Manajer Event Jawa Pos Radar Kediri Puspitorini Dian Hartanti mengatakan, total ada 257 stan UMKM dari berbagai daerah di Kediri Raya yang akan mengikuti festival tersebut. Berbagai jenis produk makanan, minuman, hingga produk UMKM kekinian dijual di sana.

          “Jangan sampai ketinggalan keseruan Festival Budaya Kediri Kuno-Kini. Setiap tahunnya kami menghadirkan produk baru yang memang dibutuhkan oleh masyarakat dengan harga murah,” ungkap perempuan yang akrab disapa Dian itu terkait festival yang 2025 ini merupakan penyelenggaraan kedua.

          Lebih jauh Dian mengatakan, tahun ini juga ada banyak pilihan kuliner jadul yang siap mengajak pengunjung bernostalgia ke masa lampau. Mulai kue rangin, cenil, permen kapas, tahu petis, dawet ayu, dan kue leker.

“Makanan-makanan jadul yang sekarang sudah sulit dicari akan ada di Festival Kuno-Kini. Pengunjung leluasa memilih sesuai selera,” lanjut Dian tentang festival yang digelar di belakang Gumul Paradise Island (GPI) itu.

          Tidak hanya kuliner jadul, di Festival Kuno-Kini juga disiapkan permainan jadul yang bisa dimainkan pengunjung secara bebas. Mulai permainan egrang, egrang batok, gangsing. Ada pula engklek, rangku alu, hingga congklak atau dakon.

          “Pengunjung bisa bebas memainkan sesuai dengan minatnya. Bahkan dari berbagai usia juga diperbolehkan. Ini yang membuat Festival Kuno-Kini berbeda dengan acara pameran atau festival lainnya,” terang perempuan berambut sebahu itu.

Untuk diketahui, Festival Kuno-Kini akan digelar mulai pukul 10.00 sampai dengan 22.00. Setiap harinya juga akan ada pertujukan budaya yang beragam di panggung. Sehingga, pengunjung tidak hanya puas berbelanja. Melainkan juga bisa menyaksikan hiburan secara gratis.

Bahkan, nantinya juga akan ada pameran keris dan barang antik yang disiapkan secara khusus untuk pecinta barang-barang antik dan langka di Kediri Raya. Di tahun kedua Festival Kuno-Kini, akan ada lima zona yang bisa dijelajahi pengunjung.

Mulai zona tradisional atau jadul yang berisi tentang pameran budaya dan instalansi bambu. Kedua, zona modern dengan pertunjukan seni kontemporer, musik, dan tarian.

Baca Juga: Grand Bazar Turki dan Kediri Kuno Kini: Satu Semangat Merawat Budaya dan Ekonomi Rakyat

Selanjutnya zona edukasi dan layanan publik yang berisi workshop, pelatihan, dan pelayanan publik. Ada pula zona kuliner dengan makanan dan minuman khasnya. Terakhir zona hiburan yang meliputi permainan tradisional dan modern, kompetisi, serta pertunjukan.

Seperti tahun lalu, festival yang juga digelar dalam rangkaian Hari Jadi Ke-1221 Kabupaten Kediri ini memadukan konsep tradisional dan modern.

Peleburan keduanya diharapkan bisa menarik masyrakat dari berbagai kalangan usia. “Dari remaja hingga orang tua bisa ikut menikmati acara ini. Sekaligus menambah wawasan tentang kebudayaan,” tandasnya terkait tema pembangunan budaya yang digalakkan oleh Bupati Hanindhito Himawan Pramana itu.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #Festival Kuno Kini