KEDIRI, JP Radar Kediri- Kediri Fashion Batik Festival (KFBF) 2024 akan lebih meriah dan semarak dibanding gelaran sebelumnya.
Sebab, tahun ini, akan ada tambahan even yang menarik. Yaitu pameran produk seni wastra dan workshop.
“Tahun ini kami menghadirkan pameran dari pagi sampai sore. Dan pamerannya tidak berupa produk saja. Justru saya ajarkan mereka untuk bikin workshop,” ujar pengarah acara sekaligus fashion conceptor Kediri Fashion Batik Festival (KFBF) 2024 Embran Nawawi.
Workshop merupakan sesuatu yang baru dalam gelaran fashion dan budaya terbesar Kabupaten Kediri ini.
Lewat pameran yang interaktif tersebut masyarakat diajak mengenal lebih dekat dengan berbagai produk wastra. Khususnya karya wastra asli Kabupaten Kediri.
Hal ini selaras dengan persoalan yang kerap dihadapi para desainer dan kreator lokal. Tidak sedikit dari mereka yang mengeluhkan terkendala minimnya referensi.
Adanya pelatihan sederhana dari belasan pengisi booth dalam KFBF 2024 bisa menambah referensi mereka dalam mengembangkan wastra nusantara.
Adapun beberapa workshop yang dihadirkan antara lain tentang pembuatan tenun, batik, ecoprint, hingga teknik merajut.
Selain itu, ada pula pelatihan sederhana tentang cara melukis tas, membuat berbagai aksesori, hingga menggambar dengan teknik pyrografi.
Dengan menghadirkan pameran yang interaktif itu, diharapkan pula masyarakat yang hadir bisa memahami bagaimana produk-produk bernilai seni itu dibuat.
“Dengan orang mengetahui proses produksi, penghargaan terhadap produk lokal akan jauh lebih tinggi,” tandas Embran.
Untuk diketahui, KFBF 2024 kembali diselenggarakan di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG).
Perhelatan yang digagas Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) bersama Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri itu akan berlangsung di Taman Hijau SLG, Sabtu (14/9) mendatang.
Semua elemen masyarakat bisa hadir dan menyaksikan parade seni pertunjukan wastra asli Kabupaten Kediri itu.
Tahun ini, KFBF mengusung konsep Generasi Z. Tema itu dipilih dengan tujuan mengenalkan item-item daerah ke ranah fashion ala Gen Z.
Busana-busana ready to wear dipilih karena dinilai lebih mudah diterima di kalangan anak muda.
Mulai dari wastra batik, tenun, rajut, hingga ecoprint akan ditampilkan dalam parade seni pertunjukan tersebut.
Konsep itu akan dikemas dalam pertunjukkan seni wastra bertajuk Kadhiri Tutur Wikara.
Maknanya, perhelatan ini ingin bercerita tentang momentum perubahan Kabupaten Kediri di masa lalu hingga masa kini. Selama itu pula, Kabupaten Kediri terus bertumbuh dan berkelanjutan.
Cerita tentang Entit atau sosok lain dari Panji turut menginspirasi gelaran tahun ini. Sosoknya dikenal sebagai pembawa kesuburan dan kemakmuran bagi sekitarnya.
Hal itu pula yang dirasa selaras dengan upaya Dekranasda dan Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri dalam mengembangkan potensi dan ekonomi lokal Kabupaten Kediri.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah