KEDIRI, JP Radar Kediri-Gebyar Kediri Fashion Batik Festival (KFBF) 2024 tidak hanya melibatkan puluhan model dan desainer dari Kediri.
Melainkan, penonton juga ikut menjadi objek dalam parade seni pertunjukan wastra yang digagas Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri itu.
Salah satunya, dengan ikut mengenakan busana bernuansa wastra nasional bergaya ala Generasi Z.
Pengarah acara sekaligus fashion conceptor Kediri Fashion Batik Festival (KFBF) 2024 Embran Nawawi mengatakan, tahun ini akan ada 26 model yang memeragakan busana di panggung peragaan.
Tak tanggung-tanggung, arena catwalk itu didesain sepanjang 75 meter. Di sana, mereka akan ‘mempresentasikan’ total 40 baju karya maestro batik dan desainer lokal Kabupaten Kediri.
“Dan ada baju laki-lakinya juga,” tandasnya sembari menyebut tahun lalu fashion pria belum dihadirkan dalam gelaran serupa.
Perubahan itu tak lepas dari prinsip terus bertumbuh dengan berbagai ide-ide baru yang ingin selalu dibawa di event fashion terbesar di Kabupaten Kediri tersebut. Embran dan Pemkab Kediri ingin selalu menghadirkan hal baru di setiap gelarannya.
Untuk lebih memeriahkan acara, tahun ini para tamu diharuskan berpakaian ala Generasi Z. Akan ada hadiah menarik bagi 5–10 penonton dengan gaya paling keren.
“Nanti tim saya akan menyebar untuk menangkap 5 – 10 orang yang berpenampilan menarik. Dan akan diberi hadiah,” paparnya.
Untuk diketahui, KFBF tidak hanya digelar untuk mewadahi potensi dan kekayaan tradisi lokal Kabupaten Kediri saja.
Melainkan juga sebagai ajang menghadirkan referensi bagi pelaku bisnis fashion. Dengan begitu, diharapkan juga bisa memantik tumbuhnya ekonomi berbasis kerakyatan, budaya, dan ekonomi kreatif lainnya.
Nantinya, baju-baju moderen yang akan ditampilkan semuanya merupakan sentuhan lokal.
Desainer nasional itu pun percaya, KFBF memiliki nilai unggul yang kemungkinan tidak tertandingi dari event serupa di kota-kota lain.
“Karena kita adalah seni pertunjukan yang mengangkat local pride-nya lebih tinggi. Saya malah membatasi tidak mengundang desainer dari luar,” bebernya terkait event yang akan digelar Sabtu (14/9) mendatang di Taman Hijau Simpang Lima Gumul (SLG) itu.
Seperti diberitakan, KFBF 2024 mengusung konsep Generasi Z. Tema itu dipilih dengan tujuan mengenalkan item-item daerah ke ranah fashion ala Gen Z.
Busana-busana ready to wear dipilih karena dinilai lebih mudah diterima di kalangan anak muda. Mulai dari wastra batik, tenun, rajut, hingga ecoprint akan ditampilkan dalam parade seni pertunjukan tersebut.
Konsep itu akan dikemas dalam pertunjukkan seni wastra bertajuk Kadhiri Tutur Wikara.
Maknanya, event ini ingin bercerita tentang momentum perubahan Kabupaten Kediri di masa lalu hingga masa kini. Selama itu pula, Kabupaten Kediri terus bertumbuh dan berkelanjutan.
Cerita tentang Entit atau sosok lain dari Panji turut menginspirasi gelaran tahun ini. Sosoknya dikenal sebagai pembawa kesuburan dan kemakmuran bagi sekitarnya.
Hal itu pula yang dirasa selaras dengan upaya Dekranasda dan Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri dalam mengembangkan potensi dan ekonomi lokal Kabupaten Kediri.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah