Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pasangan Inu Kirana Kabupaten Kediri Jadi Muse Kediri Fashion Batik Festival (KFBF) 2024

Ayu Ismawati • Senin, 9 September 2024 | 19:27 WIB
IKONIK: Dua muse yang juga Inu Kirana 2024 memeragakan busana ready to wear berbahan kain batik dan tenun ikat dalam pengambilan gambar Kediri Fashion Batik Festival (KFBF) di Bandara Dhoho kemarin.
IKONIK: Dua muse yang juga Inu Kirana 2024 memeragakan busana ready to wear berbahan kain batik dan tenun ikat dalam pengambilan gambar Kediri Fashion Batik Festival (KFBF) di Bandara Dhoho kemarin.

KEDIRI, JP Radar Kediri-Gelaran Kediri Fashion Batik Festival (KFBF) 2024 semakin dekat. Acara yang digagas Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) bersama Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri itu akan digelar pada Sabtu (14/9) mendatang.

Tampil lebih segar dari penyelenggaraan sebelumnya, KFBF tahun ini juga akan diikuti lebih banyak talenta asli Kabupaten Kediri.

Untuk diketahui, KFBF 2024 mengusung konsep generasi Z. Kekayaan budaya dan tradisi Kabupaten Kediri itu akan dikemas dalam bentuk karya busana ready to wear.

Serta, disesuaikan dengan tren mode ala anak muda masa kini. Gagasan itu terkemas secara apik dalam seni pertunjukan wastra bertajuk ‘Kadhiri Tutur Wikara’.

“Tahun ini saya berhasil membuat 92 persen (keterlibatan, Red) all Kediri,” kata pengarah sekaligus Fashion Conceptor KFBF 2024 Embran Nawawi.

Keterlibatan talenta asli Kabupaten Kediri itu tidak hanya datang dari puluhan maestro batik dan fashion creator saja.

Melainkan, muse (model) tahun ini juga dipilih dari Duta Pariwisata Kabupaten Kediri Inu Kirana.

Dua talenta muda itu yang akan menjadi representasi dari semangat mengangkat kekayaan produk-produk asli Kabupaten Kediri.

“Saya dan Mbak Cicha (Ketua Dekranasda Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito, Red) sepakat untuk memilih (Inu Kirana) yang jebolan 2024,” ungkap Embran sembari menyebut pihaknya melakukan seleksi dari para jebolan Inu Kirana 2024 untuk mencari sepasang muse.

Adalah Gea Arneta Samantya Putri dan M. Syafi’i Ramadani yang ditunjuk sebagai muse KFBF 2024.

Mereka juga yang akan menjadi ikon penyelenggaraan KFBF 2024. “Siap nggak siap, harus siap,” ujar Gea diikuti tawa kecil.

Pelajar SMA asal Kecamatan Gurah itu agaknya tidak asing dengan pagelaran fashion terbesar Kabupaten Kediri tersebut.

Tahun lalu, Gea merupakan salah satu penari tradisional yang ikut tampil di atas panggung.

“Awal dengar kabar terpilih sebagai ikon sempat takut. Karena belum pernah terjun di hal yang berbeda seperti ini,” katanya sembari menyebut keputusan itu juga mendapat apresiasi dan dukungan dari keluarga hingga teman-temannya.

Untuk diketahui, pemilihan konsep dalam KFBF 2024 bertujuan untuk mengenalkan item-item daerah ke ranah fashion Generasi Z.

Busana-busana ready to wear dipilih karena dinilai lebih mudah diterima di kalangan anak muda.

Berbagai produk wastra batik, tenun, hingga ecoprint akan ditampilkan dalam parade seni pertunjukan yang akan digelar di Taman Hijau Simpang Lima Gumul (SLG) itu.

Dengan mengusung tema Kadhiri Tutur Wikara, KFBF ingin bercerita tentang momentum perubahan Kabupaten Kediri di masa lalu hingga masa kini.

Selama itu pula, Kabupaten Kediri terus bertumbuh dan berkelanjutan. “Saya masukkan unsur budaya lagi di dalamnya. Yaitu cerita tentang Entit atau sosok lain dari Panji,” beber Embran.

Figur Entit itu juga dikenal sebagai pembawa kesuburan dan kemakmuran bagi sekitarnya.

Hal itu pula yang dirasa selaras dengan upaya Dekranasda dan Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri dalam mengembangkan potensi dan ekonomi lokal. “Kisahnya hampir sama dengan si Entit,” tandasnya.

Sementara itu, kemarin juga dilakukan sesi pemotretan dan pengambilan video para muse KFBF 2024.

Bandara Dhoho dan Candi Surowono dipilih sebagai lokasi pengambilan gambar.

“Pemilihan Candi Surowono dan Bandara Dhoho ini merupakan suatu konsep keberlanjutan dari tema KFBF sebelumnya. Dari konsep kerajaan menuju konsep yang modern,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih melalui Kabid Perindustrian Damas Danur Rendra.

Melalui acara itu, pihaknya berharap bisa lebih mengenalkan wastra Kediri ke masyarakat luas.

Khususnya Generasi Z yang menjadi fokus tahun ini. “Jadi mereka nanti bisa berkontribusi, mengenalkan, dan menggunakan produk-produk khas Kabupaten Kediri. Terutama batik, tenun, dan rajutnya,” tandasnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #Kediri Fashion Batik Festival 2024 #Inu Kirana 2024 #Muse KFBF 2024 #jawa pos #ready to wear #KFBF 2024