KEDIRI, JP Radar Kediri - Pembukaan final party School Contest XVI-GenZverse berlangsung meriah kemarin. Digelar di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri, acara pesta kreasi pelajar terbesar di eks Karesidenan Kediri ini dihadiri oleh ratusan pengunjung.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana yang membuka acara pun mengapresiasi kreativitas peserta yang berlomba.
Final party dibuka dengan apik oleh penampilan tari dari Sanggar Sekartaji Kontemporer Pare. Menyusul penampilan tari kontemporer tradisional itu, sebelas finalis duta Gen Z diperkenalkan kepada para pengunjung.
Direktur Jawa Pos Radar Kediri Kurniawan Muhammad dan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana secara simbolis membuka rangkaian acara tersebut. Dhito membubuhkan goresan huruf ‘R’ dengan cat pada sebuah kanvas sebagai penanda dimulainya pesta kreativitas pelajar dari eks-Karesidenan Kediri itu.
“Saya harap School Contest GenZverse yang sudah ke 16 kalinya ini bisa berlanjut sampai ke 17, 18, 19, 20, dan terus menjadi ajang yang ditunggu warga se-Karesidenan Kediri,” ujarnya.
Dia pun sempat menyoal perkembangan zaman yang begitu masif. Dhito mencontohkan, dahulu mading sekolah hanya bisa ditempel di dinding. Di zaman sekarang, pelajar bisa mengkreasikan karya seni itu menjadi bentuk tiga dimensi atau 3D. Salah satunya berkat pengaruh dari akses informasi yang lebih mudah dijangkau lewat internet.
Seperti halnya kemarin saat Dhito berkeliling melihat pameran mading 3D dari para peserta kompetisi Mading Wars. Sesekali dia berhenti untuk mengamati karya-karya tersebut sembari berbincang dengan siswa.
“Keren,” pujinya sembari mengacungkan jempol kepada salah satu peserta. Di mading yang menampilkan tiruan gawai pintar itu, Dhito juga sempat mencoba teknologi hasil kreasi pelajar dari MAN 1 Kota Kediri.
Sementara itu, Direktur Jawa Pos Radar Kediri Kurniawan Muhammad mengatakan, tahun ini merupakan kali ke-16 gelar kreasi pelajar terbesar di Kediri Raya itu digelar. Di event yang berlangsung hingga Minggu (21/7) besok, sedikitnya ada 397 tim dari 84 lembaga pendidikan yang ikut berpartisipasi.
Tidak hanya dari Kota dan Kabupaten Kediri saja. Melainkan hingga Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Blitar, dan Kota Blitar.
“School contest ini kami adakan di antaranya untuk membantu dunia pendidikan dalam mengasah kemampuan nonakademik anak. Di sekolah yang lebih banyak diasah otak kiri, seperti kemampuan analisa. Kami berusaha membantu gimana anak-anak otak kanannya juga berkembang dan bertumbuh dengan baik,” ujarnya.
Melalui kegiatan seperti ini, anak akan lebih diasah kreativitas dan soft skill-nya. Salah satunya tentang keberanian tampil di muka publik serta berinteraksi dengan banyak orang.
“Ini juga sarana bagi kami supaya Jawa Pos Radar Kediri tidak terputus generasi. Kami tidak memungkiri Generasi Z sudah jarang sekali baca koran. Bagi kami tidak apa-apa, tapi tetap harus berinteraksi dengan Radar Kediri,” tandasnya sembari menyebut, Radar Kediri yang kini semakin merambah multi-platform online juga merupakan bagian dari upaya adaptasi dengan perkembangan zaman.
Baca Juga: Pesta Pelajar Terbesar di Kediri Raya School Contest XVI Dibuka Siang Ini
Untuk diketahui, keseruan final party School Contest 2024 di Convention Hall SLG masih berlangsung. Ada pameran puluhan mading 3D serta Campus Expo dari delapan perguruan tinggi negeri dan swasta yang meramaikan aula utama. Puluhan pelajar dari 24 sekolah dan madrasah pun antusias memamerkan hasil karya mading 3D mereka.
Salah satunya Nadya dan Fariz dari MAN 1 Kota Kediri. Mading yang dikerjakan selama tiga minggu itu menampilkan tema perubahan zaman. Replika layar gawai pintar yang digerakkan dengan mesin dynamo itu menjadi ikon dari mading tersebut.
“Untuk artikelnya kami liputan langsung di Kampung Pecut, Kelurahan Kemasan. Di sana kami meliput tentang salah satu seni tradisional itu dengan Pokdarwis Kampung Pecut,” kata Nadya antusias memberikan penjelasan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah