KEDIRI, JP Radar Kediri- Belasan peserta GenZverse School Contest XVI: Beyond Creativity mendapat pembekalan dari psikolog kemarin. Para peserta menyambut antusias kegiatan yang digelar di ruang Brantas Room Jawa Pos Radar Kediri.
Salah satu narasumbernya adalah Psikolog Vivi Rosdiana. Perempuan yang kerap disapa Vivi itu menyampaikan tentang bijak menggunakan media sosial. Serta waspada efek negatifnya. Menurutnya, penggunaan media sosial berlebihan dapat membawa pengaruh buruk.
“Materi ini sangat cocok bagi peserta yang kini duduk di bangku SMP/MTs dan SMA,” ucap Vivi.
Dia mengatakan, pada usia tersebut, kegandrungannya berselancar di dunia maya sangatlah tinggi. Karena itu, dia merasa tepat memberikan materi agar mereka lebih bijak menggunakan media sosial.
“Harapannya, mereka dapat menggetok tularkan ke sesama mereka yang seusia,” imbuhnya.
Vivi mengatakan, fenomena anak muda saat ini adalah tidak bisa terpisah dari media sosial. Karena itu, mereka perlu mengetahui apa dampak negatif dan positifnya sehingga bisa memilah mana yang baik dan buruk. Pilihan mereka bisa memengaruhi masa depan.
Selama sesi materi, perempuan asal Kecamatan Pesantren, Kota Kediri itu juga memberikan beberapa contoh kepada peserta bagaimana sekelompok orang tidak bisa mengendalikan ke efek negatifnya. Dengan mengetahui hal tersebut para peserta diharapkan mengetahui batasannya.
“Karena pada 2045 nanti mereka akan menjadi generasi pemegang bangsa ini, jadi sayang jika tidak bisa mempositifkan apa yang ada disekitarnya. Termasuk media sosial,” lanjut Vivi.
Selain membahas tentang media sosial, Vivi juga memotivasi tentang visi misi atau target yang akan dilakukan kedepan. Dengan begitu, mereka bisa struggle memberikan apa yang terbaik untuknya.
Tambah Skill Public Speaking
Sementara itu, belasan peserta GenZverse School Contest XVI : Beyond Creativity tidak hanya mendapatkan materi tentang dampak penggunaan media sosial. Kemarin, mereka juga diberi tambahan skill public speaking. Tujuannya, agar peserta dapat menguasai teknik bicara.
Gendhis Widhi, pemateri public speaking menjelaskan, materi ini untuk menambah kemampuan peserta agar lebih memahami teknik berbicara di depan banyak orang. Selain cara berbicara, juga metode untuk menyampaikan aspirasi.
Baca Juga: Ratusan Pelajar di Kediri Raya Siap Ramaikan School Contest 2024
“Mereka ini duta GenZ, jadi harapannya dapat memberikan sesuatu hal yang positif terutama melalui media sosial,” imbuhnya.
Materi ini dapat membuat menjadi lebih percaya diri dan memiliki positif vibe. Dia menganggap hal baik harus di-share kepada orang lain. “Respons mereka sangatlah bagus. Apalagi yang saya tahu bahwa GenZ ini sangat tertarik dengan public speaking,” ucap Gendhis.
Dia memberi apresiasi kegiatan GenZverse SC XVI. Sebab kegiatan tersebut menjadi forum untuk mewadahi mereka yang ingin berproses berkembang menjadi lebih baik.
Agar tidak bosan, Gendhis juga mengajak peserta untuk bermain games. Mereka dibagi per kelompok. Ada yang beranggotakan tiga dan empat orang. Setiap materi yang diberikan selalu ada respons yang bagus. “Jadi dalam public speaking itu komunikasi harus efektif, lewat kelompok akan melatih mereka untuk menyampaikan ide dan keberatan jika di grup tersebut tidak ada yang sesuai,” ujar Gendhis.
Dalam games tersebut setiap kelompok membuat sebuah kalimat dengan kata dasar yang disepakati bersama. Kata tersebut akan ditebak oleh peserta lain. Dari games tersebut mereka tidak hanya mendapat materi public speaking hanya untuk berbicara di atas panggung. Tetapi mereka juga harus menangkap pesan yang bisa diterima dan menyikapi sebuah kondisi tidak menyenangkan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah