KEDIRI JP Radar Kediri - Jelang babak penyisikan Kompetisi Akademik pada Rabu (19/6) nanti, panitia mulai melakukan serangkaian persiapan untuk memastikan ajang uji kemampuan literasi dan numerasi pelajar di Kediri Raya itu bisa berlangsung lancar. Termasuk, mendistribusikan soal pada H-1 babak penyisihan atau pada Selasa (18/6) nanti.
Manajer Pemasaran JP Radar Kediri Heri Muda Setiawan mengatakan, distribusi soal mulai dilakukan pada Selasa (18/6) nanti karena banyaknya peserta dan lembaga yang mengikuti event akbar tersebut. Karenanya, untuk memastikan soal terdistribusi tepat waktu dan prosesnya lancar, panitia melakukan distribusi lebih awal. “Selasa (18/6) nanti kan masih cuti bersama. Kami mengimbau agar di setiap lembaga ada petugas yang stand by di sekolah atau madrasah untuk menerima soal,” kata Heri.
Meski soal didistribusikan ke sekolah lebih awal, Heri menyebut pembagian soal pada peserta tetap dilakukan pada Rabu (19/6) nanti. Yakni, pagi hari menjelang ujian.
Heri menegaskan, Kompetisi Akademik 2024 tak hanya mengetes kemampuan siswa secara akademik. Melainkan juga melatih siswa untuk jujur dan berprestasi. Karena itu pula, Heri mengimbau agar guru pendamping menyerahkan naskah sesuai dengan jadwal. “Karena prinsip kejujuran harus dikedepankan. Kami imbau sekolah menyerahkan naskah soal menjelang jam ujian yang telah ditentukan,” pinta Heri.
Bagaimana cara mencegah agar soal tidak bocor? Heri menyebut, panitia sudah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Di antaranya, lembar soal yang didistribusikan disimpan di dalam amplop yang tersegel.
Amplop dalam kondisi tertutup itu hanya boleh dibuka saat menjelang ujian. Selain itu, ada juga syarat terkait pembukaan amplop pada saat ujian. Yakni, para guru pendamping atau pengawas harus merekamnya. Sehingga bisa dipastikan segel baru dibuka saat tes di babak penyisihan. “Saat pelaksanaan nanti guru pendamping atau operator juga diminta mengawasi proses pengerjaan soal,” papar Heri.
Seperti sebelumnya, Heri kembali menyinggung proses login. Dia kembali mengingatkan bahwa kode akses yang dipakai saat login adalah NISN peserta yang datanya dikirim ke panitia. “Jadi, NISN yang dipakai nanti harus sama dengan yang disetor ke panitia. Jika tidak, tidak akan bisa mengakses,” tuturnya mengingatkan.
Heri menyebut, sebelumnya memang ada data NISN yang akurasinya diragukan. Misalnya, idealnya NISN berjumlah 10 digit. Namun, ada siswa atau sekolah yang hanya mengirim sembilan digit nomor. Saat NISN dikembalikan ke sekolah, nomornya tetap diubah. Agar siswa bisa login, panitia menyempurnakan NISN mereka menjadi 10 digit.
“Ada NISN siswa yang angkanya digenapkan jadi 10 digit. Jadi yang bisa digunakan untuk login ya yang itu. NISN yang dikirimkan oleh panitia ke lembaga,” jelas Heri sembari menyebut sistem di Kompetisi Akademik tahun ini menggunakan NISN 10 digit.
Seperti diberitakan, pada babak penyisihan yang diselenggarakan Rabu nanti (19/6), peserta dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA akan mengikuti kompetisi dengan mekanisme online dan offline. Naskah soal akan dimuat di koran Jawa Pos Radar Kediri edisi khusus yang didistribusikan ke sekolah-sekolah peserta. Kemudian, peserta mengisi jawaban di LJK digital yang diakses melalui gawai masing-masing.
Bagaimana jika ada peserta yang masih bingung? Pemaparan tentang petunjuk teknis (juknis) Kompetisi Akademik bisa dilihat oleh semua peserta. Video Zoom Meeting pemaparan juknis telah diunggah di laman YouTube Radar Kediri TV. Judulnya, Simulasi Juknis Kompetisi Akademik Jawa Pos Radar Kediri-Neutron. “Peserta bisa mempelajari teknis yang ada di YouTube itu,” pinta Heri.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah