KEDIRI, JP Radar Kediri - Sepertinya, warga Kediri dan sekitarnya harus siap-siap meluangkan waktu nanti malam. Mendatangi arena Festival Budaya Kediri Kuno-Kini di Simpan Lima Gumul (SLG). Sebab, ada duet maut yang akan menjadi gong festival budaya yang akan berakhir besok (4/4) itu. Duet antara Cak Sodiq dan Lova ‘Primadona Pantura’.
Hanya saja, penampilan dua musisi beken di Jawa Timur itu sedikit berbeda dari biasanya. Karena malam Ramadan, duet Cak Sodiq-Lova Pantura bakal melantunkan lagu-lagu bertema religi.
“Penampilan kedua musisi maskot Jawa Timur tersebut layak untuk ditunggu. Mereka akan memberikan yang terbaik untuk pengunjung festival,” tegas penanggung jawab acara sekaligus Manajer Event Jawa Pos Radar Kediri Puspitorini Dian Hartanti.
Nama Cak Sodiq, yang juga dikenal sebagai raja dangdut koplo, tentu sudah menjadi jaminan tersendiri seperti apa penampilannya nanti. Apalagi ditambah kehadiran Lova Primadona Pantura. Sesuai nama bekennya itu, penyanyi ini adalah jebolan ajang pencarian bakat Primadona Pantura.
“Bila penasaran seperti apa kolaborasi Cak Sodiq dan Lova Pantura dalam membawakan lagu religi, datang langsung ke area panggung utama festival,” ajak Dian.
Penampilan duet Cak Sodiq-Lova Primadona Pantura akan menjadi penutup rangkaian hiburan di panggung utama Festival Budaya Kediri Kuno-Kini malam nanti. Keduanya bakal on-stage mulai pukul 19.30 hingga berakir pukul 22.00.
Sorenya, panggung juga tetap semarak. Karena ada sederet penampilan penghibur. Mulai aksi penari dari Sanggar Tari Kediri Jayati serta traditional music dari Pelog Harmoni.
“Jangan lupa, semua hiburan tersebut gratis. Pengunjung tak dipungut biaya sama sekali,” tegas Dian.
Sementara itu, hingga hari ke-14 pelaksanaan Festival Budaya Kediri Kuno-Kini masih menarik perhatian masyarakat. Ratusan stan yang menjajakan aneka kerajinan serta makanan dan minuman terus dipadati pengunjung. Meskipun sempat terjeda akibat hujan, arus pengunjung kembali muncul setelah hujan reda.
Bazar makanan dan minuman menjadi lokasi yang paling banyak dituju. Terutama ketika waktunya berbuka puasa. Beberapa stan terlihat antrean pengunjung menunggu giliran dilayani.
Tempat yang juga banyak didatangi adalah arena bermain anak-anak. Beberapa wahana khas pasar malam tempo dulu juga hadir memikat pengunjung. Seperti wahana bianglala-roda raksasa yang berputar yang orang dulu menyebutnya dremolen. Bianglala ini kian menarik karena dihiasi lampu warna-warni.
“Bagi yang ingin bernostalgia, panitia juga menyediakan permainan kuno. Mulai dari lompat tali, engklek, congklak, dan masih banyak lainnya,” terang Dian.
Festival yang juga jadi pembuka rangkaian perayaan Hari Jadi Kediri ke-1.220 ini berlangsung mulai 20 Maret. Serta akan berakhir besok (4/4). Selama pelaksanaan, diikuti 210 stan dari 150 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Selain makanan dan minuman, setiap stan pameran juga menampilkan aneka kerajinan khas Kediri. Juga ada stan pakaian batik, produk kecantikan, peralatan elektronik, hingga stan otomotif dari produsen terkenal.
“Ayo segera kunjungi Festival Budaya Kediri Kuno-Kini. Jangan sampai ketinggalan,” ajak Dian di akhir wawancara.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah